Bangkalan - Sebanyak 241 gedung sekolah dasar (SD) atau 36 persen dari total 671 sekolah yang ada di Kabupaten Bangkalan, Madura, mengalami kerusakan dan menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu.
"Sekitar 36 persen gedung SD dari jumlah lembaga yang ada disini mengalami rusak parah," kata Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpas) Dinas Pendidikan (Disdik) Bambang Budi Mustika, di Bangkalan, Rabu.
Bambang menjelaskan, sebagian besar gedung SD yang rusak karena disebabkan faktor usia. Dimana usia gedung SD yang paling muda dibangun 1980 atau 31 tahun silam. Bahkan, ada gedung SD yang dibangun tahun 1975.
"Gedung SD yang direhab rata-rata dibangun pada 1975 lalu. Tentunya dengan usia bangunan yang sudah tua seperti itu sudah sepantasnya rusak parah dan perlu dilakukan perbaikan," ungkapnya.
Menurut Bambang, pihaknya akan melaporkan jumlah gedung sekolah yang rusak kepada menteri pendidikan. Hal itu, karena kementerian punya program bahwa rehab gedung sekolah harus tuntas 2012 mendatang.
"Kementerian pendidikan sudah minta datanya berapa jumlah sekolah yang rusak, kami akan mengirimkan data ini. Semoga pengajuan kami diterima lalu tidak ada lagi sekolah yang rusak dan siswa bisa belajar dengan nyaman," paparnya.
Bambang menambahkan, pihaknya sudah melakukan rehab pada 49 lembaga pendidikan dengan jumlah ruang kelas sebanyak 142 unit selama 2011. Pihaknya juga telah membangun ruang kelas baru (RKB) SD sebanyak 36 unit untuk 16 lembaga.
"Selain itu, kami juga telah membangun 134 perpustakaan untuk SD selama 2011. Adapun salah satu kendala yang dihadapi dalam merehab gedung adalah status tanah. Jika status tanah bermasalah dan dipermasalahkan, tidak direhab. Tapi, jika tidak dipermasalahkan, bisa direhab," ucapnya.
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.