Pasuruan - Sepuluh calon haji (calhaj) Kota Pasuruan, Rabu, tertinggal dari rombongan yang berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya karena terlambat 20 menit dari jadwal keberangkatan.
Kesepuluh calhaj yang tertinggal tersebut masing-masing, Aspan, Khotim, Mustofa, Sya'roni, Baijuri, Sulhal, Tohari, Ulya, Rusdi, dan Suliha. Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan yang mutasi ke Kota Pasuruan.
Para calhaj tersebut terlambat sekitar 20 menit dari jadwal keberangkatan yang dilepas Wali Kota Pasuruan Hasani dari Masjid Agung Al Anwar Kota Pasuruan sekitar pukul 05.30 WIB.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan M. Ali Iqbal mengatakan, kesepuluh calhaj asal wilayah kecamatan Lekok terpaksa ditinggal karena terlambat datang. Padahal petugas pemberangkatan juga telah menoleransi menunda keberangkatan hingga setengah jam.
Sebelum berangkat, lanjut M.Ali Iqbal, petugas juga telah melakukan koordinasi dengan ketua regunya, tapi rombongan belum juga siap.
"Daripada semua rombongan terlambat masuk asrama haji, lebih baik kita tinggal yang sepuluh orang. Kita tunggu saja di pintu masuk asrama haji Sukolilo Surabaya," katanya.
Sya'roni, salah seorang calhaj yang tertinggal mengatakan, rombongannya tertinggal akibat terjebak kemacetan di jalan raya Ngopak. Padahal, lanjut Sya'roni, rombongannya berangkat meninggalkan Lekok setelah salat subuh.
Sudah sekitar sepekan gorong-gorong di Jalan Raya Ngopak dibongkar, sehingga menimbulkan kemacetan luar biasa setiap hari. Kondisi tersebut rupanya yang tidak diperhitungkan rombongan calhaj.
Mengetahui rombongan telah berangkat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, isak tangis calon haji yang terlambat itu pun pecah. Sehingga rombiongan akhirnya memutuskan untuk menyusul ke Surabaya tanpa pengawalan.
Calhaj Kota Pasuruan tercatat sebanyak 477 orang yang tergabung dalam kelompok terbang 72, dan 74. Dari 477 calhaj yang berangkat dari Kota Pasuruan tersebut, sebanyak 187 orang merupakan mutasi dari Kabupaten Pasuruan.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.