Surabaya - Setiap anak muda dilarang takut untuk menjadi seorang pengusaha karena anak muda dinilai lebih semangat dan tahan banting, sehingga berpeluang menjadi lebih besar.
Demikian dikatakan Presiden Komisioner PT Makinta Securities, Vincent Wijaya, saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk "National Young Profesional and Entrepreneur Conference (NYPEC) di Gereja Mawar Sharon, Jalan Cempaka, Surabaya, Sabtu.
"Biasanya seorang pemuda itu orangnya terlalu bersemangat dan kerap melanggar aturan. Tapi itulah yang menjadi nilai lebih," ujarnya dalam seminar dua hari pada Jumat-Sabtu (21-22/10).
Tidak hanya itu saja, anak muda dikatakannya juga seorang yang mudah jatuh dalam sebuah kesempatan.
"Akan tetapi dia juga cepat menemukan semangat baru untuk menata yang sudah jatuh. Karena itu anak muda harus mengambil kesempatan untuk menjadi seorang pengusaha," tutur Vincent.
Dalam seminar, hadir juga presenter "talk show" Andy F. Noya. Pembawa acara Kick Andy tersebut berpesan bahwa sebagai orang yang berusaha harus selalu optimistis menatap keberhasilan.
"Meski hidup di suasana tidak kondusif, yang mana oknum pejabat bangsa banyak yang korupsi, tapi sebagai pengusaha harus tetap yakin bisa dan berhasil tanpa sifat pesimistis," ungkap dia.
Di acara tersebut, Andy didaulat menjadi moderator. Pria yang memiliki latar belakang wartawan itu tak luput dari "kejaran" sekitar 2.100 peserta seminar.
Andy seolah menjadi selebriti. Tidak hanya meminta berfoto bersama, tidak jarang dari peserta yang khusus minta tanda tangan pria berambut keriting yang menjadi khasnya tersebut.
Sementara itu, seminar bertujuan para peserta mampu menjadi profesional dan pebisnis yang membawa pengaruh besar dalam meningkatkan bidang perekonomian, khususnya investasi, industri dan perdagangan ke depan.
Berdasarkan riset, disebutkan bahwa kekuatan ekonomi sebuah bangsa harus ditopang oleh pengusaha dengan jumlah 20 persen dari jumlah penduduknya. Namun di Indonesia hanya memiliki sekitar 0,25 persen. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.