Surabaya - Semen Gresik Foundation menggandeng Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam proyek pengembangan tanaman jarak di atas lahan bekas galian tambang.
Penandatanganan kerja sama SGF dengan instansi milik Kementerian Pertanian itu dilakukan bersamaan dengan kegiatan "Expo Inovasi Perkebunan 2011" di Jakarta, Jumat.
Menurut siaran pers dari Biro Humas PT Semen Gresik, dalam pameran yang diikuti peserta dari sejumlah kementerian, BUMN, UKM, dan elemen organisasi itu, SGF menampilkan kegiatan inovasi tentang pemanfaatan bekas lahan tambang.
"Lahan bekas galian tambang yang sudah tidak terpakai berhasil diolah dan dikembangkan menjadi lahan produktif," kata Kepala Biro Humas PT Semen Gresik Harry Soebagio.
Menurut ia, lahan produktif bekas galian tambang itu kini dimanfaatkan untuk budi daya tanaman hortikultura dan pembibitan tanaman jarak pagar.
"Tanaman jarak pagar merupakan bahan baku pembuatan minyak jarak. Kerja sama SGF dengan BP3 bertujuan untuk pengembangan budi daya tanaman itu," tambahnya.
Harry menambahkan, SGF adalah yayasan yang menaungi satuan pendidikan dengan fokus utama pada pelajaran lingkungan hidup.
Selain itu, yayasan ini juga sebagai gerak motorik dan sensorik bagi siswa-siswi di lingkup pendidikan Semen Gresik mengenai kesadaran ramah lingkungan.
"Pemanfaatan lahan bekas tambang pabrik Semen Gresik untuk dijadikan lahan perkebunan, diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar," kata Harry.
Salah satu lahan bekas tambang yang berada di Kawasan Industri Gresik (KIG), Jatim, kini telah direklamasi menjadi telaga dan areal perkebunan untuk tempat wisata dan pendidikan lingkungan hidup.
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.