Jember - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas Jember (AMPU) melakukan demo pemilihan rektor (pilrek) dengan membakar sebuah ban bekas di halaman samping gedung Soetardjo Unej, Rabu. Pengunjuk rasa menuntut pelibatan mahasiswa dalam pesta demokrasi pemilihan rektor Unej periode 2012-2016 karena selama ini mahasiswa tidak memiliki hak suara dalam pemilihan rektor perguruan tinggi negeri (PTN) di Kabupaten Jember, Jawa Timur itu. "Kami minta civitas akademika dilibatkan dalam proses pemilihan rektor Unej karena selama ini mahasiswa tidak memiliki hak suara dalam pemilihan rektor," kata koordinator aksi AMPU Sivfian Hendra Legowo. Menurut dia, pesta demokrasi seharusnya dilaksanakan secara terbuka dan akses informasi tidak dibatasi, namun kenyataannya mahasiswa yang mendapat undangan saja yang bisa menghadiri acara penyampaian program kerja lima kandidat bakal calon Rektor Unej. "Seharusnya, penyampaian visi dan misi para kandidat disampaikan secara terbuka kepada seluruh mahasiswa, sehingga tidak ada batasan mahasiswa mana saja yang dapat menghadiri acara tersebut," paparnya. Mahasiswa yang unjuk rasa sempat terlibat aksi dorong dengan satpam Unej karena sejumlah aktivis AMPU memaksa masuk ke gedung Soetardjo, namun dihalangi satpam dan petugas keamanan Unej secara ketat, sehingga terjadi kericuhan. Sivfian mengemukakan tuntutan mahasiswa yang lain yakni adanya kontrak politik lima kandidat bakal calon rektor Unej dengan mahasiswa dan melibatkan pers sebagai katalisator konsumsi publik. "Kami juga meminta laporan pertanggungjawaban Rektor Tarcisius Sutikto secara transparan karena mahasiswa tidak pernah mendapat LPJ pengelolaan keuangan Unej yang terkesan ditutup-tutupi," katanya, menambahkan. Aksi pembakaran ban bekas di halaman samping Gedung Soetardjo sempat dipadamkan oleh sejumlah petugas keamanan Unej, namun pemadaman tersebut justru memicu protes dari aktivis mahasiswa yang berujung pada kericuhan. Beberapa aktivis yang tidak terima dengan pemadaman kobaran api tersebut, langsung menyulut kembali ban bekas dengan bensin dan korek api, bahkan pengunjuk rasa meminta petugas keamanan tidak memadamkan kobaran api tersebut. Unjuk rasa puluhan mahasiswa AMPU tersebut tidak mengganggu kegiatan penyampaian rencana program kerja lima bakal calon Rektor Unej periode 2012-2016 dilaksanakan di gedung Soetardjo kampus setempat.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026