Malang - Sejumlah Keluarga miskin atau "gakin" di Kota Malang mengeluhkan program bedah rumah kerja sama antara Kementerian Perumahan Rakyat dan Pemkot Malang tidak sampai tuntas. Salah seorang gakin yang mendapat bantuan program bedah rumah, Achmad Faijun, Kamis mengungkapkan, rumah miliknya yang sudah dibedah (dibongkar) itu pembangunannya kembali tiba-tiba dihentikan. "Kami mendapat kabar kalau pembangunan harus dihentikan karena dana yang tersedia sudah habis, padahal pembangunannya belum selesai," tegas Achmad Faijun yang beralamat di Jalan Mangun Sankoro II A nomor 18 RT 3 RW 2 Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Ia mengaku, proses bedah rumah sudah dilakukan sejak sembilan hari lalu setelah beberapa material bangunan dikirimkan ke alamatnya dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat. Namun, lanjutnya, tiba-tiba ada kabar bahwa pembangunan harus dihentikan karena sudah tidak ada dana lagi untuk program tersebut. Padahal, pembangunannya belum selesai dan masih membutuhkan material bangunan cukup banyak. Ia berharap, bantuan bedah rumah yang sudah terlanjur dibongkar tersebut, tetap diberikan sampai pembangunan rumah selesai sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama sebelum proses pembangunan berlangsung. "Kalau bantuannya dihentikan terpaksa harus menggunakan dana pribadi untuk menyelesaikan pembangunan, padahal kami tidak memiliki anggaran sama sekali," tegasnya. Program bedah rumah kerja sama antara Menpera dengan Pemkot Malang itu difokuskan pada rumah-rumah penduduk yang tidak layak huni di dua kecamatan, yakni Sukun dan Kedungkandang. Jumlah rumah penduduk Kota Malang yang dibedah rencananya sebanyak 214 unit. Hanya saja, untuk tahun 2011 hanya sebanyak 114, karena 100 unit lainnya sudah dituntaskan pada 2010. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026