Surabaya - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya menyelidiki penyebab kebakaran Kapal Motor (KM) Kirana IX yang terbakar di Pelabuhan Dermaga Surya Tanjung Perak, Surabaya, Rabu. "Tim Labfor dibantu Tim Identifikasi Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyelidiki penyebab atau yang menjadi pemicu percikan api. Nanti setelah proses evakuasi selesai total, tim akan turun," ujar Wakapolda Jatim Brigjen Pol Edi Sumantri. Pihaknya, lanjut dia, masih akan menyelidiki awal penyebab kejadian. Jika nantinya ada persoalan teknis, maka polisi akan menerjunkan Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Kalau ada persoalan teknis, pasti kami akan menerjunkan KNKT. Masih menunggu hasil laporan selanjutnya," ucapnya. Tim Labfor sampai saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan petugas terkonsentrasi di sebuah truk "Fuso" bernomor polisi B-3231-TDA. "Petugas masih menyelidikinya. Namun, kebakaran memang dipastikan berasal dari dek kapal paling bawah, tempat parkir kendaraan," papar Edi Sumantri. Sementara itu, berbagai jenis kendaraan yang terparkir di dek sudah berhasil dievakuasi dan dikeluarkan dari kapal. Ada puluhan truk muat buah-buahan yang akan dikirim ke Kawasan Timur Indonesia. Bahkan ada juga beberapa mobil mewah yang nyaris jadi arang. Penjagaan ketat dari petugas kepolisian dan TNI Angkatan Laut serta petugas keamanan pelabuhan juga masih mengamankan lokasi. Ribuan penumpang tidak diperkenankan masuk dan mendekat ke dermaga. Tidak hanya itu saja, satu SSK Detasemen Gegana Satbrimbob Polda Jatim juga dikerahkan untuk pengamanan. Petugas pemadam kebakaran sudah meninggalkan lokasi dan api sudah dinyatakan padam. Sebelumnya, KM Kirana IX jurusan Balikpapan terbakar di Dermaga Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu sekitar pukul 06.00 WIB. Sebanyak delapan penumpang meninggal dunia menjadi korban akibat peristiwa terbakarnya kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) tersebut. Semua korban meninggal dunia bukan karena luka bakar, namun karena tergencet serta terinjak-injak ribuan penumpang yang berusaha keluar dan berebut menyelamatkan diri. Sedangkan, untuk korban luka-luka dan dibawa ke rumah sakit berjumlah 25 orang. Tujuh di antaranya mengalami luka berat, dan 18 orang lainnya terluka ringan. Dari jumlah total penumpang terluka, 17 di antaranya perempuan, dan delapan lainnya laki-laki.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026