Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan siaga satu untuk mengantisipasi serangan bom pascaledakan bom di Gereja Kepunton di Solo, Jawa Tengah (25/9).
"Jatim siaga satu, saya sudah berkoordinasi dengan polisi, TNI, dan kejaksaan," katanya di sela-sela Pra-Temu dan Lokakarya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Nusantara di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin.
Ia mengemukakan hal itu menanggapi ledakan bom di Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Tegalharjo, Jebres, Solo, Minggu (25/9), dengan satu orang tewas yang diduga kuat sebagai pelaku bom bunuh diri serta seorang korban lainnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit, puluhn lainnya terluka.
Didampingi Presiden BEM Unesa Muhammad Sodikin dan pimpinan BEM dari 167 universitas se-Indonesia, ia menjelaskan polisi akan mengecek semua kendaraan yang masuk, terutama di perbatasan Jatim dengan provinsi lain.
"Masyarakat nggak perlu takut, karena pemeriksaan itu untuk antisipasi saja. Saya juga sudah membuat surat kepada Pangdam V/Brawijaya agar TNI mem-'back up' penuh Polda Jatim," ucapnya.
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.