Surabaya - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menginventarisir 10 titik atau daerah rawan kecelakan di Kota Pahlawan yang perlu diperhatikan bagi para pengguna jalan pada saat mudik Lebaran 2011. Kepala Dishub Surabaya Eddi, Jumat, mengatakan 10 titik rawan kecelakaan tersebut meliputi Jalan Greges, Jalan Perak Barat, Jalan Kedung Cowek, Jalan Arjuno, Jalan Kenjeran, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Rungkut Industri, Jalan Menganti, Jalan Mastrip dan Jalan Ahmad Yani. "Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk hati-hati pada saat lewat jalan-jalan yang rawan kecelakaan," katanya. Menurut dia, rendahnya disiplin pengendara sepeda motor seperti menggunakan jalur sebelah kanan yang bukan peruntukannya, melebihi kapasitas angkut, dan melawan arus bisa berpotensi terjadinya kecalakaan. Untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan selama Lebaran kali ini, Eni mengimbau agar pengendara roda dua tidak dinaikki lebih dua orang yakni pengemudi dan penumpang termasuk anak-anak. Selain itu, lanjut dia, pengendara roda dua diminta menyalakan lampu utama selama perjalanan walaupun siang hari. "Wajib menggunakan helm standard (SNI) bagi pengemudi maupun penumpang. Barang bawaan tidak boleh melebihi lebar kemudi dan tidak melebihi tinggi pengemudi, gunakan jalur lambat atau lajur paling kiri," katanya. Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono mengimbau bagi warga Surabaya yang akan melakukan mudik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum agar berangkat lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan di waktu puncak menjelang Lebaran. Imbauan mudik lebih awal ini diprakarsai oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur yang bertujuan untuk mengurai kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan yang disebabkan volume kendaraan yang ada di jalan cukup tinggi selama masa mudik dan balik. "Program mudik lebih awal dari Polda ini cukup bagus supaya tidak terjadi penumpukan di waktu puncak selama masa mudik," ujarnya. Meski koordinasi antar instansi semakin baik, kata dia, namun pihaknya juga terus menekan angka resiko kecelakaan dan resiko kejahatan seperti kasus pembiusan yang semakin marak pada setiap Lebaran.


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026