Tripoli (ANTARA/AFP) - Warga Tripoli bersuka cita dengan melepaskan tembakan ke udara pada Selasa setelah pemberontak menyerbu dan menguasai kompleks Muamar Gaddafi yang sebelumnya dijaga ketat. Para serdadu yang setia kepada Gaddafi kocar-kacir dan para pemberontak mengibarkan bendera sebagai tanda kemenangan. Belum ada tanda di mana keberadaan Gaddafi sendiri dan keluarganya, tapi kegagalan untuk menemukan orang kuat itu yang telah memerintah Libya dengan tangan besi selama empat dekade tidak mengurangi antusias warga untuk merayakan keberhasilan menguasai kompleks itu. Tak lama setelah Bab al-Azizya yang pernah ditakuti jatuh, panglima gerilyawan itu di Tripoli, Abdel Hakim Belhaj, mengatakan kami menang dalam pertempuran untuk menguasai Tripoli, dan Gaddafi beserta kroninya "lari terbirit-birit seperti tikus." "Pertempuran militer sudah berakhir sekarang," katanya. Ditambahkannya, 90 persen dari kompleks Gaddafi di Bab al-Azizya "telah dikuasai" dengan beberapa kantung masih mengadakan perlawanan. Sebagai bukti bahwa pertempuran belum berakhir, sedikitnya lima bom mortir menghujani kompleks itu saat gelap gulita. Akibatnya para gerilyawan dan seorang koresponden AFP menyelamatkan diri di lorong-lorong yang gelap. Seorang pemberontak kemudian mengatakan kepada AFP bahwa ia mengira serangan itu dilancarkan dari distrik yang setia kepada Abu Slim di Tripoli. "Kami akan mengepungnya besok dan Insya Allah kami akan merebutnya. Setelah itu kami harus menguasai jalan bandara," kata Akram. "Tapi malam ini kami bersuka cita. Inilah kemenangan besar. saya katakan kepada seluruh diktator di dunia, berlututlah, dan biarkan rakyat hidup dalam kebebasan." Akram mengatakan bahwa Gaddafi telah memperdaya para pemberontak dengan para pengikutnya berpura-pura sebagai pekerja pembersih yang menarik pelatuk senjata atas pemberontak di kompleks itu. "Kami membunuh mereka," katanya bersama dengan sekitar 40 gerilyawan dari Abu Slim. Semua yang masih setia kepada Gaddafi di kompleks itu adalah orang-orang Afrika, katanya.


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026