Surabaya - Penetapan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya yang baru diprediksi bakal molor dari jadwal semula yakni dari tanggal 5 September menjadi 10 Oktober mendatang. Ketua Komisi B Bidang Anggaran DPRD Kota Surabaya M. Machmud, Minggu, mengatakan, molornya jadwal rekrutmen Dirut PDAM Surabaya itu merupakan akibat dari adanya pergantian pengurus baru Badan Pengawas (Banwas) PDAM. Pergantian Bawas PDAM itu menindaklanjuti diberlakukannya UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang mengatur pejabat pemerintahan daerah dilarang merangkap jabatan di BUMD. "Banwas yang baru ini telah melakukan penjadwalan kembali rekrutmen Dirut PDAM," katanya. Menurut Machmud, jika Bawas yang lama menetapkan jumlah peserta yang lolos pada rekrutmen tahap pertama sebanyak 29 orang, namun Bawas yang baru menetapkan 50 orang. "Jadi, dari ratusan orang yang mendaftar akan diseleksi secara administrasi menjadi 50 orang, kemudian diseleksi lagi menjadi 10 orang. Dari 10 orang tersebut nantinya akan diserahkan ke wali kota untuk dipilih," ujarnya. Dalam menetapkan Dirut PDAM tersebut, lanjut dia, Wali Kota Surabaya akan dibantu tim ahli atau tim rekrutmen independen. Tim tersebut tentunya memiliki beberapa keahlian di antaranya seputar pipanisasi, marketing/pemasaran, dan mutu air. Adapun hasil rekrutmen lama yang sudah tersaring menjadi 29 orang, Machmud mengatakan tetap dimasukkan dalam seleksi 50 orang. "Sebenarnya alasan dibuka lagi pendaftaran kali ini adalah semakin banyak pendaftar semakin lebih baik," katanya. Machmud juga mengakui bahwa Bawas yang baru dibawah kepemimpinan mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Herman S. Sumawiredja akan bekerja secara objektif dan independen. "Saya melihat, Bawas yang baru ini independen dan tidak ada intervensi dari manapun, termasuk wali kota," ujarnya. Namun saat ditanya soal jaminan kenetralan mantan Kapolda Jatim tersebut, Machmud mengatakan bahwa dengan jabatan mantan kapolda tersebut akan menjadi bekal netralitas yang benar-benar terjaga. "Siapapun sudah tahu beliau selama di Jatim, bahkan beliau sendiri tidak mau menjadi tim penilai," katanya.


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026