Jenewa (ANTARA/Xinhua-ANA) - Sebanyak 18 orang yang berobat di rumah sakit di Somalia telah dikonfirmasi positif kolera melalui tes laboratorium, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bermarkas di Jenewa, Jumat.
Ke-18 kasus positif itu yang terdeteksi dari 30 sampel tinja yang dikumpulkan dari pasien yang berobat di rumah sakit untuk diare akut, gejala yang dapat diakibatkan kolera, kata juru bicara WHO, Tarek Jasarevic, kepada wartawan.
Semua kasus yang dikonfirmasi, termasuk penduduk kabupaten Mogadishu dan mereka di antara pengungsi setempat (IDP), dikatakan diuji positif untuk Vibrio kolera serotipe "Inaba", yang telah menjadi serotipe dominan di Somalia selama tiga tahun terakhir.
"Hasil ini merupakan pengingat yang mengkhawatirkan situasi kritis di Mogadishu dan bagian-bagian lain di Somalia Selatan dan Somalia Tengah, yang masih mengalami kekeringan, perpindahan penduduk dan konflik," kata Jasarevic.
WHO telah melaporkan peningkatan dramatis kasus diare akut di Somalia.
Pada Juni dan Juli saja, 1.633 kasus diare akut telah terdaftar di Rumah Sakit Banadir, Mogadishu, yang mewakili 38 persen dari semua kasus yang dilaporkan pada tahun 2011, dan kenaikan tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Sayap kesehatan masyarakat PBB itu mengatakan, situasi tersebut terkait dengan sanitasi yang buruk dan akses terbatas pada air yang aman di berbagai permukiman pengungsi informal, dan kapasitas terbatas dari mitra kesehatan yang ada untuk mengakses pemukiman dan memberikan pelayanan kesehatan mendasar.
Selain itu, tingginya jumlah anak kekurangan gizi akibat kelaparan yang sedang berlangsung meningkatkan kerentanan terhadap penyakit yang ditularkan melalui air.
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.