Malang - Pelaksanaan KTP elektronik (E-KTP) yang sedianya diterapkan mulai awal Agustus (1/8) di Kota Malang, Jawa Timur, terpaksa tertunda (molor) karena pengiriman peralatan pendukung dari pemerintah pusat masih belum datang. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Ramhan Nurmala, Selasa, mengaku, pelaksanaan E-KTP di daerah itu terpaksa ditunda karena peralatan yang disuplai dari pusat hingga saat ini masih belum datang. "Peralatam pendudkung yang belum datang itu di antaranya adalah printer, scanning sidik jari, alat pas foto serta beberapa peralatan pendukung lainnya yang menjadi satu paket," kata Rahman menambahkan. Karena peralatan pendukung tersebut belum datang, katanya, maka pihaknya belum bisa melakukan bimbingan teknis (bimtek) bagi 100 orang petugas (operator) yang khusus melayani pembuatan E-KTP di lima kecamatan yang ada di wilayah itu. Setiap kecamatan, katanya, nantinya akan mendapatkan peralatan pendukung antara 7-8 alat. Saat ini peralatan yang sudah terpasang adalah jaringannya, sedangkan alat pendukung lainnya masih menunggu datang dari pusat. Lebih lanjut, Rahman mengatakan, bimtek bagi operator E-KTP tersebut akan dilakukan selama dua hari, namun peralatan pendukung masih belum ada, sehingga pelaksanaan bimtek pun juga ditunda. Ia memperkirakan, peralatan pendukung tersebut akan datang sekitar sepekan ke depan, lalu dilakukan uji coba. Seteolah tidak ada masalah, penerapan E-KTP di daerah itu baru bisa diluncurkan.


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026