Jakarta - Mata uang rupiah pada Senin pagi masih melanjutkan penguatan sebesar 18 poin terhadap dolar AS dan berada pada level Rp8.400. Kurs rupiah antarbank Jakarta menguat menjadi Rp8.480 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya senilai Rp8.498. Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin mengatakan, melemahnya dolar AS dipicu oleh beberapa pelaku pasar yang menganggap paket kesepakatan penyelesaian pagu utang AS cenderung sebagai solusi jangka pendek. "Kenaikan pagu utang disetujui hingga tahun 2012 tetapi belum ditentukan jumlahnya, disertai pengurangan anggaran sebesar 1,5 triliun dolar AS hingga 10 tahun mendatang dianggap sebagai solusi jangka pendek," katanya. Ia menambahkan, kesepakatan yang dianggap bersifat jangka pendek itu dikarenakan kesepakatan belum mencakup apakah Pemerintah As menaikkan pajak disaat yang sama ketika defisit dikurangi. Meski demikian, lanjut dia, setidaknya AS tidak harus menanggung risiko gagal bayar atas obligasi yang jatuh tempo pada bulan Agustus ini senilai 306 miliar dolar AS. Analis pasar uang Bank Saudara, Rully Nova menambahkan, kesepakatan di AS belum mempunyai dampak positif pada dolar AS sehingga mata uang rupiah masih melanjutkan penguatan. "Kurs nilai mata uang rupiah masih kokoh terhadap dollar AS. Rupiah melanjutkan dominasinya terhadap dollar AS karena Rupiah masih merupakan tujuan investor untuk menempatkan dananya yang lebih aman saat ini seiring dengan ekonomi dalam negeri yang positif," ujarnya. Dengan begitu, lanjut dia, peluang rupiah untuk kembali menguat masih ada meski pelemahan tetap membayangi karena nilai rupiah yang sudah cenderung tinggi. "Rupiah masih bisa melanjutkan penguatan, namun harus diwaspadai juga tingginya nilai rupiah," kata dia.


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026