Bojonegoro - Tiga buah rumah di Desa Sitiaji, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), Jumat sekira pukul 07.30 WIB terbakar dan dua rumah lainnya, juga milik warga setempat mengalami kerusakan akibat kejadian itu.
"Penyebab kebakaran masih diselidiki polisi," kata Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Sutardjo.
Tiga unit rumah yang terbakar tersebut, milik Simin (65), Dasir (35) dan Supriyadi (31) dan dua rumah yang mengalami kerusakan dalam kejadian kebakaran tersebut milik Said dan Kartini.
Menurut dia, tiga buah rumah tersebut, semuanya ludes terbakar dan dua buah rumah lainnya yang berada di sebelahnya mengalami kerusakan pada dinding rumah yang hangus tersulut api, juga gentengnya rontok.
Diperkirakan akibat kejadian kebakaran di desa setempat mencapai Rp300 juta lebih. "Asal api dari mana, juga belum diketahui," ujarnya.
Hanya disebutkan, di dua rumah Dasir dan Supriyadi yang terbakar tersebut, ada kegiatan industri kerupuk."Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran itu," katanya, menambahkan.
Usaha memadamkan api, lanjutnya, dilakukan dengan mengerahkan dua unit mobil PMK milik pemkab dan dua unit mobil PMK milik sebuah perusahaan rokok di Bojonegoro. Akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar tiga jam kemudian, namun tiga rumah yang terbakar beserta isinya ludes terbakar.
"Tiga rumah yang terbakar tersebut rata dengan tanah, semua isinya hangus," ujarnya.
Di Bojonegoro, lanjutnya, selama musim kemarau ini, kejadian kebakaran rumah ada kecenderungan meningkat. Pada Juni lalu, terjadi enam kali kebakaran rumah dan Juli ini ada tujuh kejadian rumah terbakar.
"Rata-rata kerugian akibat kebakaran rumah di Bojonegoro mencapai Rp2 miliar per bulannya," tuturnya, menungkapkan.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Kasiyanto meminta, warga di wilayah setempat mewaspadai musibah kebakaran selama musim kemarau ini.
"Dari kejadian kebakaran yang ada, semua karena kelalaian manusia," katanya, menjelaskan.
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.