Bojonegoro - Kondisi jalan nasional di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), khususnya di ruas jalan Padangan-Ngawi, rawan kecelakaan, karena dipenuhi dengan tikungan, tanjakkan dan jalan yang sempit.
Kepala Subdin Hubungan Darat Dinas Perhubungan Bojonegoro, Moch Chosim, Rabu mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan menghadapi lebaran tahun ini, jalur jalan nasional Padangan-Ngawi, terutama yang berada di perbatasan Ngawi, kondisinya bagus. Namun, karena bagus itu, justru rawan kecelakaan karena jalan di wilayah setempat dipenuhi dengan tikungan, tanjakan, menurun dan sempit.
Ia mencontohkan, kejadian kecelakaan truk bermuatan semen di Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, beberapa waktu lalu yang mengakibatkan 16 penonton ketoprak tewas dan sejumlah orang lainnya mengalami luka berat.
Di ruas Padangan-Ngawi, ada tiga jembatan yang rawan longsor dan kondisinya rusak. Di wilayah itu, lanjutnya, pihaknya akan melakukan kajian bersama dengan berbagai instansi terkait lainnya, menghadapi arus mudik dan balik hari raya idulfitri tahun ini yang akan memanfaatkan jalan nasional di wilayahnya.
"Dalam waktu dekat ini, kami akan membuat rencana operasional menghadapi lebaran setelah melakukan rapat dengan berbagai instansi terkait," katanya menjelaskan.
Menurut dia, dengan dibukanya jalan raya di Bojonegoro menjadi jalan nasional sejak 2009 lalu, akan dipenuhi dengan kendaraan pemudik, juga arus balik dari arah Jakarta dan Surabaya.
"Kemungkinan di tempat-tempat tertentu akan kami tambahi dengan rambu-rambu, atau ditempatkan petugas," katanya mengungkapkan.
Ia menjelaskan, survei yang dilakukan juga meliputi jalan raya Bojonegoro-Nganjuk, Bojonegoro-Jatirogo, Tuban. Di wilayah yang di survei tersebut, kondisi jalan bervariasi, tidak semuanya baik. Di sejumlah titik juga rawan kecelakaan, karena keadaan jalan bergelombang dan tanpa dilengkapi marka jalan.
Keadaan jalan yang bergelombang di antaranya, jalur Bojonegoro-Cepu, Jateng, bergelombang di kilometer 29,6-32. "Di jalur itu juga rawan macet, karena pasar tumpah di Kecamatan Kalitidu," katanya menambahkan.
Sementara itu, di ruas jalan raya Bojonegoro-Babat, Lamongan, kondisinya relatif lebih bagus. Hanya saja, di ruas jalan itu, juga rawan macet, karena pasar tumpah, seperti pasar Kapas, Sumberrejo dan Baureno.
"Ke arah Jatirogo, Tuban, relatif bagus hanya di dekat jembatan Kaliketek rawan kecelakaan karena jalannya menikung cukup tajam," ujarnya. ***6***
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.