Jamaah Haji atau Umrah Indonesia, menjelang kepulangannya ke Tanah Air, seringkali berburu kurma Ajwa atau biasa disebut kurma nabi untuk oleh-oleh keluarga di Tanah Air. Kurma Ajwa yang berbentuk kecil dan warnanya agak hitam itu dikenal sebagai kurma yang mempunyai khasiat sebagai obat berbagai macam penyakit. Banyak orang tahu bahwa harga kurma nabi tersebut paling mahal di antara jenis kurma lainnya, karena bisa mencapai 100 sampai 150 real atau sekitar Rp240 ribu sampai Rp360 ribu perkilogram, sementara kurma jenis lainnya hanya sekitar 10 sampai 40 real atau Rp24.000 sampai Rp100 ribu perkilogram. Namun, masyarakat Indonesia rupanya tidak hanya berburu kurma Ajwa tapi banyak yang mencari kurma muda atau kurma segar yang masih ada tangkainya. Kurma muda atau yang biasa disebut Kurma Rutob ini jarang ditemui di Indonesia. Jadi tidak salah bila banyak keluarga yang menitip oleh-oleh jenis kurma yang satu ini. Jenis kurma muda juga bermacam-macam, ada yang berukuran kecil berwarna merah dan kuning, sedang lainnya ada yang berwarna hijau atau merah berukuran besar dan berbentuk lonjong. Konon mempunyai khasiat berbedabeda, baik bagi perempuan dan pria. Harga kurma muda ini di Kota Madinah maupun Mekkah tidak mahal haya sekitar 10 sampai 15 real atau Rp25 sampai Rp35 ribu. Tapi tidak banyak dijumpai di toko-toko yang ada diperkotaan, kecuali di pusat pasar kurma di Kota Madinah atau di Pasar Ballad dan obyek wisata di Masjid Terapung, Laut Merah, Jeddah atau sekitar 15 kilometer dari Bandara Internasional King Abduaziz. Buah tersebut banyak dijajakan oleh pedagang asli Indonesia, karena para pedagang itu tahu kalau yang memerlukan kurma yang satu ini adalah jamaah Indonesia. "Buah ini berkhasiat untuk obat. Ada yang percaya untuk kesuburan wanita dan ada yang dimanfaatkan untuk pengobatan lainnya," kata Nuraini, salah seorang pedagang yang telah empat tahun berjualan di obyek wisata itu. Rasa Kurma Rutob tersebut memang berbeda dengan kurma yang sudah masak, karena masih terasa getir dan sepat sedikit manis. Buah tersebut yang konon berkhasiat menyembuhkan segala macam sakit yang berkaitan dengan masalah perut. Jadi tidak salah bila banyak jamaah dari Indonesia yang berburu kurma muda, sekalipun harganya lebih murah tapi sulit dijumpai di Indonesia. Seandainya ada, harganya pasti mahal, karena kurma tersebut hanya tahan beberapa hari dalam udara terbuka atau sekitar dua pekan dalam lemari es. "Saya suka kurma muda ini bila dijadikan salah satu bahan rujak manis, atau diolah seperti buah manisan karena rasanya bisa asem manis dan sedikit sepat,"ucap Evita yang mendapat oleh-oleh kurma muda dari kakaknya yang pulang dari ibadah umrah. Namun, khasiat kurma muda itu masih terbatas pada mitos, dalam beberapa literatur menyebutkan bahwa kurma masak yang biasa dihidangkan saat takjil di bulan Ramadhan mempunyai khasiat yang nyata bahwa di dalam kurma ditemukan unsur/zat tertentu yang dikandung itu dapat menimbulkan kontraksi otot dan juga bisa menurunkan tekanan darah. Bahkan diriwayatkan buah kurma sebagai buah yang dikonsumsi Siti Maryam setelah melahirkan Nabi Isa atas perintah Allah, sebagai pemulihan tenaga. Besarnya gizi kurma, ada baiknya buah kurma dikonsumsi setiap saat sepanjang tahun, bukan hanya saat Ramadhan saja.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026