Sumenep - Pendistribusian paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji bagi puluhan ribu warga di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga Juli ini belum tuntas. Kabag Perekonomian Sekretariat Kabupaten Sumenep, Saiful Bahri, Jumat, menjelaskan puluhan ribu warga yang belum menerima paket perdana program konversi elpiji itu tersebar di enam kecamatan di wilayah kepulauan. "Di enam kecamatan kepulauan itu terdapat 71.931 rumah tangga yang ditetapkan sebagai penerima paket perdana konversi elpiji. Informasi terakhir yang kami terima, baru 13.351 rumah tangga yang sudah menerima paket perdana program konversi elpiji dan sisanya hingga sekarang belum menerima," ujarnya di Sumenep. Padahal, sesuai rencana awal dari Pemerintah Pusat, paket perdana program konversi elpiji itu seharusnya diterima oleh warga paling lambat pada 31 Desember 2010. "Kami sudah melayangkan surat kepada para pihak terkait, termasuk manajemen Pertamina, untuk menanyakan kepastian realisasi distribusi paket perdana program konversi elpiji bagi warga yang belum menerimanya," ucapnya, menambahkan. Anehnya, kata dia, manajemen Pertamina menyatakan enam kecamatan kepulauan tersebut sebagai daerah terpapar program konversi elpiji dan selanjutnya tidak dipasok minyak tanah bersubsidi sejak April lalu. "Wilayah tertentu itu bisa dinyatakan sebagai lokasi terpapar program konversi elpiji, jika distribusi paket perdana kepada warga setempat yang ditetapkan sebagai penerima telah tuntas. Ini yang membuat kami heran, karena distribusi paket perdana konversi bagi warga di enam kecamatan kepulauan itu belum selesai," paparnya. Saiful juga mengemukakan, sejak April lalu, warga di enam kecamatan kepulauan itu memang dirugikan, karena harus membeli minyak tanah nonsubsidi yang harganya lebih mahal dibanding minyak tanah bersubsidi. "Wilayah enam kecamatan kepulauan itu seharusnya masih tetap dipasok minyak tanah bersubsidi oleh Pertamina, karena realisasi program konversi elpiji di wilayah tersebut belum selesai," katanya, menegaskan. Puluhan ribu warga kepulauan Sumenep yang hingga sekarang belum menerima paket perdana program konversi itu tersebar di enam kecamatan, yakni Masalembu, Sapeken, Kangayan, Arjasa, Raas, dan Gayam. Paket perdana program konversi elpiji yang diterima warga, di antaranya kompor dan tabung elpiji isi tiga kilogram beserta perlengkapannya. Sumenep memiliki 27 kecamatan dan sembilan di antaranya berada di wilayah kepulauan. Pendistribusian paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji kepada warga di 18 kecamatan daratan dan tiga kecamatan kepulauan lainnya, yakni Talango, Giligenting, dan Nonggunong, tuntas pada 2010 lalu.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026