Program bikin rumah layak huni akan difokuskan di sejumlah kecamatan dengan jumlah penduduk warga miskin ekstrem tertinggi. Program Birulah merupakan salah satu janji politik Bupati Karna Suswandi dan Wakil Bupati Khoirani.
"Anggaran belasan miliar untuk program Birulah tahun ini akan digunakan membangun 944 rumah warga yang tidak layak dan status sangat miskin dan di lima kecamatan," ujar Bupati Situbondo Karna Suswandi di Situbondo, Kamis.
Ia mengemukakan pada tahun ini program Birulah akan fokus di lima kecamatan, yakni yaitu Kecamatan Besuki, Arjasa, Suboh, Sumbermalang, dan Panji. Kelima kecamatan tersebut memiliki angka kemiskinan ekstrem paling tinggi.
"Kami lakukan secara bertahap program bangun rumah layak huni. Fokusnya di wilayah dengan jumlah angka kemiskinan ekstrem paling tinggi," katanya.
Bung Karna, sapaan bupati, menjelaskan bahwa anggaran program Birulah sebesar Rp14 miliar lebih itu dialokasikan melalui APBD 2022 berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau).
Katanya, pemrintah daera berkomitmen melaksanakan program bangun rumah layak huni secara bertahap.
"Tahun ini ada 944 rumah yang akan kami bangun, dan setiap rumah warga yang tidak layak huni akan menerima bantuan masing-masing sebesar Rp. 15 juta. Pembangunan rumah layak huni dilakukan bertahap karena anggaran terbatas," tuturnya. (*)
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.