Brendan Schwab yang menjabat direktur eksekutif WPA, lembaga yang mewadahi 85.000 atlet di seluruh dunia itu, menyebut Komite Olimpiade Internasional (IOC) perlu mengubah budaya pengambilan keputusannya.
"Kami ingin melihat perubahan pengambilan keputusan di IOC, dari yang terkesan terlalu hirarkis menjadi melibatkan lebih banyak pihak," kata Schwab dilansir Reuters, Rabu WIB.
"IOC harus memastikan ketika menyangkut pemangku kepentingan, atlet, mereka bisa mengambil keputusan terbaik," ujarnya menambahkan.
Menurut Schwab, IOC terlalu berlarut-larut dalam mengambil keputusan penundaan Olimpiade Tokyo dan baru mengubah pendirian mereka setelah mendapat banyak tekanan, baik itu dari pihak atlet maupun masyarakat pada umumnya.
"Kami merasa IOC membatasi diri mereka dengan pendekatan bisnis seperti biasanya," ujarnya.
"Ketika banyak kompetisi olahraga di dunia sudah lebih dulu ditangguhkan karena pandemi ini, IOC malah bersikap naif dan berharap terlalu banyak," pungkas Schwab.
Olimpiade Tokyo jadi ajang olahraga terkini yang penyelenggaraannya ditunda karena pandemi COVID-19, namun keputusan itu menjadi terkesan lambat dibandingkan UEFA dan CONMEBOL yang sudah sepekan lalu memutuskan menunda Euro dan Copa America. (*)
Pewarta: Gilang GaliarthaEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.