TMMD di Mojokerto benahi wisata Lembah Bencirang

id Tmmd Mojokerto, Lembah Bencirang,TMMD Mojokerto benahi wisata,TMMD Mojokerto benahi wisata Lembah Bencirang,wisata Lemba

TMMD di Mojokerto benahi wisata Lembah Bencirang

Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke-105 tahun 2019, di lapangan Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang. (Ist)

Mojokerto (ANTARA) - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2019 di Mojokerto, Jawa Timur, membenahi objek wisata Lembah Bencirang, Kecamatan Gondang, seperti akses jalan, sarana parkir, dan tempat penjualan makanan.

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, di Mojokerto, Kamis, mengatakan, sasaran kegiatan TMMD 2019, telah diakomodir dalam rencana kerja Pemerintah Kabupaten Mojokerto tahun 2019 dengan anggaran dana lebih dari Rp4 miliar.

"Sasaran kegiatan fisik di antaranya rehab SDN Kebontunggul, peningkatan kualitas jalan objek wisata Lembah Bencirang berikut sarana parkir dan foodcourt," kata Wabup Pungkasiadi saat menjadi inspektur upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke-105 tahun 2019, di lapangan Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang.

Selain kegiatan itu, kata dia, kegiatan fisik juga meliputi pipanisasi air bersih, pembangunan saluran air bersih, jamban keluarga, musala, pembangunan JUT, rehab gedung sekolah Dharma Wanita, pembangunan gedung Gapoktan, bantuan ternak kambing, serta pelatihan sablon dan batik.

"Sedangkan untuk nonfisik antara lain penyuluhan keamanan ketertiban masyarakat, wawasan kebangsaan, penyuluhan pendidikan anak di era digital, penyuluhan pelayanan dokumen administrasi kependudukan, PHBS, penyuluhan manajemen bencana, pemberdayaan masyarakat, serta penyuluhan pengembangan wisata desa pada para pemuda," katanya.

Ia menjelaskan, TMMD 2019 sendiri merupakan upaya mengakselerasi pembangunan, yang melibatkan lintas sektoral. Proses perencanaan TMMD direncanakan dengan sistem bottom up, dimana proses tersebut merupakan aspirasi masyarakat.

"Tema TMMD yang diangkat juga selaras dengan visi misi Kabupaten Mojokerto, yakni Bersama TMMD Membangun untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Upaya tersebut juga untuk memenuhi indikator kinerja utama Pemkab Mojokerto yaitu Indeks Desa Membangun (IDM)," katanya.

Tahun 2018, lanjut dia, IDM Kabupaten Mojokerto menunjukkan status desa tertinggal di Kabupaten Mojokerto sejumlah 12 desa, desa berkembang 266 desa, desa maju 21 desa, dan desa mandiri belum ada.

"Namun pada 2019 ini, IDM tercatat mengalami peningkatan dimana desa tertinggal sudah tidak ada, desa berkembang 201 desa, desa maju 86 desa, dan desa mandiri tercatat 12 desa," katanya.

Sedang Desa Kebontunngul Kecamatan Gondang, kata dia saat ini status IDM nya adalah desa maju. Wabup Pungkasiadi berharap tahun 2019 ini, Kebontunggul dapat menjadi desa mandiri.

"Saya harap Kebontunggul dapat menunjukkan kualitasnya sebagai desa mandiri, sehingga pelayanan masyarakat dan kesejahteraan terjamin," ujarnya.

Hadir dalam acara ini Danrem 082 Arm Ruly Candrayadi diwakili Kasrem, Dandim 0815 Hermawan Weharima, Kapolres Mojokerto Setyo Koes Heriyatno, Ketua MUI, Sekdakab Herry Soewito, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mustain, beserta OPD.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar