Bukan tanpa alasan bila para petugas TPOK BP2D mendapat gemblengan ala militer tersebut, sebab petugas pajak daerah yang menjadi ujung tombak pelayanan prima kepada masyarakat dituntut memiliki etos kerja tinggi, di samping kapabilitas dan kualitas SDM yang mumpuni. "Bukan hanya TPOK-nya saja, tapi juga seluruh ASN.
Malang (Antaranews Jatim) - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya, baik kemampuan maupun fisiknya, salah satunya dengan menggembleng para petugas pajak yang baru direkrut sebagai Tenaga Pendukung Operasional Kegiatan (TPOK) ala militer.
       
Menurut Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto di Malang, Sabtu, gemblengan (latihan) ala militer ini untuk meningkatkan semangat, solidaritas dan kekompakan agar jiwa dan raga para TPOK ini lebih sigap dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat.
       
"Ada 76 orang TPOK BP2D baru yang mendapat gemblengan mental dan fisik semi-militer. Latihan keras ala militer tersebut kami lakukan Jumat kemarin (1/2) dengan instruktur dari anggota Satuan Brimob Polda Jatim," kata Ade.
       
Bukan tanpa alasan bila para petugas TPOK BP2D mendapat gemblengan ala militer tersebut, sebab petugas pajak daerah yang menjadi ujung tombak pelayanan prima kepada masyarakat dituntut memiliki etos kerja tinggi, di samping kapabilitas dan kualitas SDM yang mumpuni. "Bukan hanya TPOK-nya saja, tapi juga seluruh ASN," ujar Ade.
       
Ade mengatakan target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dari tahun ke tahun makin tinggi. Pada 2018, target awal di angka Rp375 miliar, kini target naik menjadi Rp501 miliar lebih, bahkan pada 2023 diproyeksikan bisa mencapai Rp1 triliun.
       
Semua yang dilakukan BP2D, kata pentolan grup band asal Malang d'cross ini, karena tuntutan tugas dan target yang dibebankan di tahun 2019 semakin berat. Oleh karenanya, formasi BP2D juga harus semakin solid dengan didukung SDM TPOK yang andal agar mampu berlari semakin kencang.
       
Mantan Kabag Humas Pemkot Malang ini menambahkan melalui kegiatan ini juga sekaligus menempa loyalitas TPOK petugas pajak kepada Pemerintah Kota Malang dan NKRI, serta agar mereka mengetahui dasar-dasar kedisiplinan dan peraturan pemerintah umum meski ketika mereka saat diangkat sebagai pegawai BP2D tidak disumpah seperti ASN.
       
Sebelumnya, BP2D juga sudah membuat gebrakan dengan menggelar Tes Kompetensi Petugas Pajak Daerah yang diikuti seluruh staf ASN dilingkungan instansi tersebut. Tes tersebut dilakukan demi memacu kinerja dan meningkatkan kualitas SDM  serta dalam rangka penyesuaian kuantitas pegawai.
       
Hal tersebut, lanjut Ade, seiring kebijakan restrukturisasi organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang yang rencananya dilakukan pada tahun ini.
       
Tes kompetensi bagi ASN maupun rekrutmen TPOK dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh petugas pajak memiliki pemahaman menyeluruh tentang tugas dan fungsinya. "Ini gebrakan baru kami di tahun 2019 dan menjadi prioritas karena merupakan implementasi dari lelang kinerja yang telah disampaikan ke wali kota beberapa waktu lalu," tutur Ade.
       
Selain pembinaan fisik dan mental bagi TPOK dan ASN petugas pajak daerah yang dilakukan secara rutin dan berkala, BP2D juga memiliki agenda ekstra lain seperti pengajian, qataman Quran, arisan umroh, outbond serta pelatihan perpajakan dan peningkatan kapasitas petugas pajak melalui bimtek.
       
Bahkan, untuk mendukung kebugaran para petugas pajak yang dituntut selalu memiliki fisik prima dan konsentrasi penuh dalam menjalankan tugasnya, para petugas pajak bisa melatih diri di gym khusus yang sudah disediakan.
       
Pusat kebugaran alias fitness centre Petugas Pajak Daerah akan diresmikan oleh Wali Kota Malang Sutiaji pada Minggu (3/2) pagi di halaman belakang Kantor Terpadu. (*)

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026