Usaha Mikro Manfaatkan 'Marketplace' Dorong Penjualan

id Usaha Mikro,Marketplace,Dorong Penjualan,Akses Pasar

Usaha Mikro Manfaatkan 'Marketplace' Dorong Penjualan

Produk "metal jig" atau umpan pancing berbahan baku timah buatan perajin asal Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin, (14/1/2019) (Vicki Febrianto)

"Saya sudah bisa menjual produk ini sampai ke Jayapura, Lombok, dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia, dengan memanfaatkan marketplace yang ada,"

Gondanglegi, Kabupaten Malang (Antaranews Jatim) - Pelaku usaha skala mikro berupaya untuk meningkatkan penjualan produknya dengan memanfaaatkan platform marketplace atau tempat jual beli berbasis daring, dikarenakan memiliki cakupan pemasaran yang cukup luas.

Salah satu perajin "metal jig" atau umpan pancing berbahan baku timah di Gondanglegi, Kabupaten Malang, Heppy Cahyono mengatakan dengan memanfaatkan tempat jual beli berbasis daring tersebut mampu mendorong penjualan produknya.

"Saya sudah bisa menjual produk ini sampai ke Jayapura, Lombok, dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia, dengan memanfaatkan marketplace yang ada," kata Heppy, kepada Antara, di Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin.

Menurut Heppy, dirinya telah memanfaatkan salah satu marketplace yang ada di Indonesia selama kurang lebih dua tahun terakhir. Dengan memanfaatkan marketplace tersebut, diakui memang ada peningkatan penjualan selain tetap memanfaatkan jaringan toko konvensional yang ada.

Heppy menambahkan, penjualan produk buatan tangan tersebut saat ini per bulannya mencapai 300 buah, dengan harga yang dipatok bervariasi, mulai dari Rp15.000 hingga Rp60.000 tergantung beratnya. Selain memanfaatkan marketplace tersebut, saat ini, produk buatannya juga menyuplai toko-toko yang menjual peralatan memancing.

"Porsinya sama, setengah untuk suplai toko dan setengahnya dari marketplace," kata Heppy.

Menurut Heppy, untuk kedepannya dirinya juga menginginkan supaya produk buatannya tersebut bisa menembus pasar internasional. Namun, saat ini dirinya masih fokus pada pasar lokal dan nasional terlebih dahulu, dikarenakan peluang pasar yang ada cukup besar.

Sementara itu, pemerintah telah menerbitkan peraturan perlakuan perpajakan bagi pelaku usaha yang melaksanakan kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik (e-commerce) untuk meningkatkan kepastian dan keadilan bagi pelaku usaha.

Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

Pengaturan yang dimuat dalam peraturan ini hanya terkait tata cara dan prosedur pemajakan untuk memberikan kemudahan administrasi dan mendorong kepatuhan perpajakan para pelaku "e-commerce" demi menciptakan perlakuan yang setara dengan pelaku usaha konvensional.

Peraturan ini berlaku bagi pedagang dan penyedia jasa yang berjualan melalui platform marketplace, penyedia platform marketplace dan pelaku niaga daring "e-commerce" di luar platform marketplace, dan tentunya akan memberikan dampak terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).(*)

Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar