Dua Luka Berat Tertimpa Longsor di Trenggalek

id Longsor, bencana Trenggalek, jalan raya Trenggalek-Ponorogo putus total, jalan raya ttemghalek putus

Dua Luka Berat Tertimpa Longsor di Trenggalek

Truk muatan telur yang tertimpa longsor di jalan raya Trenggalek-Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (9/11) (Ist)

Namun, akses jalan itu hanya dapat digunakan kendaraan tertentu saja. Untuk kendaraan bertonase besar, tidak ada jalan alternatif lain selain menunggu proses evakuasi rampung maupun memutar arah.
Trenggalek (Antaranews Jatim) - Dua penumpang truk muatan telur yang melintas di jalan raya Trenggalek-Ponorogo km 16, Trenggalek, Jawa Timur, dilaporkan mengalami luka berat akibat tertimpa material longsor susulan yang terjadi di jalur selatan lintasprovinsi tersebut.

Insiden terjadi pada Kamis (8/11) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, saat beberapa kendaraan dari arah Trenggalek maupun Ponorogo mencoba melintas setelah sebelumnya akses antarkota itu ditutup total akibat longsoran serupa.

"Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Ada dua korban luka tertimpa material longsor di (jalan raya Trenggalek-Ponorogo) Km-16 itu," kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo.

Dua korban yang terluka diidentifikasi bernama Satria (27) warga Desa Bendel Putih Kecamatan Talun, Blitar dan Didik (30) warga Desa Karangsono Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Informasi di lapangan, insiden terjadi saat truk sarat muatan telor dari Blitar itu tengah melintas di jalan nasional Trenggalek-Ponorogo dari arah Kabupaten Trenggalek menuju arah Kabupaten Ponorogo.

Kondisi ini terlihat dari posisi truk pasca tertimpa material longsor yang menghadap arah Ponorogo. Truk bermuatan telur itu dikemudikan oleh Didik, dikerneti Satria, dan rencananya akan mengirimkan pesanan.

Hingga Kamis (8/11) sekitar pukul 23. 15 WIB proses evakuasi truk yang tertimpa material longsor dihentikan sementara. Dengan berbagai pertimbangan proses evakuasi akan dilanjutkan besok pagi.

"Kondisi medan tidak memungkinkan. Apalagi seperti kita ketahui bersama masih banyaknya material longsor yang berjatuhan pascadiguyur hujan," ujar Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Handana.

Alhasil, pengamatan di lokasi, kemacetan parah terjadi hampir satu kilometer di sepanjang jalan menuju Km 16. Bahkan, tak sedikit dari puluhan kendaraan yang mayoritas berasal dari luar kota itu memilih untuk memutar arah. Namun, tak sedikit pula pengguna jalan itu memilih menunggu proses evakuasi rampung. "Sementara malam ini tidur di kendaraan dulu, menunggu besok saja," ujar Eko Wahyono.

Untuk mengantisipasi adanya kejadian serupa, saat ini jalan itu ditutup total. Selain itu nantinya juga ada tim terpadu dari TNI/POLRI yang berjaga di sekitar lokasi.

"Tim terpadu dari Polsek maupun dari Koramil Tugu," ujarnya.

Nantinya, lanjut Didit juga akan diterapkan sistem buka tutup di waktu tertentu hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. Sebab intensitas hujan yang tinggi disinyalir berpotensi terjadinya longsor susulan.

"Untuk jam-jam tertentu akan kami lakukan buka tutup mengingat kondisi atau karakter pada pukul 18.00 WIB rawan terjadi potensi longsor," ucap Didit.

Sementara jalur utama ditutup total, arus kendaraan dialihkan ke jalur alternatif melalui jalan perkampungan. Namun, akses jalan itu hanya dapat digunakan kendaraan tertentu saja. Untuk kendaraan bertonase besar, tidak ada jalan alternatif lain selain menunggu proses evakuasi rampung maupun memutar arah.

"Hanya untuk kendaraan minibus yang dapat melintas. Nanti juga dibantu masyarakat desa Nglinggis," katanya.

Sehari sebelumnya, Rabu (7/11) sekitar pukul 19.00 WIB, longsor juga terjadi di lokasi yang sama. Bahkan longsor sempat membuat akses lumpuh/putus total hingga Kamis (8/11) pagi pukul 05.00 WIB.

Pascaevakuasi material longsor, arus lalu lintas di jalan itu diterapkan sistem buka tutup. Namun pada Kamis (8/11) malam, kembali terjadi longsor susulan yang menimpa truk naas tersebut.

Di lokasi longsor itu sebenarnya tengah dibangun tembok penahan tebing. Tembok setinggi tujuh meter dengan panjang hampir 60 meter itu direncanakan bakal rampung pada akhir bulan. Harapannya dengan adanya tembok penahan tebing itu, jika terjadi longsor di kemudian hari tidak sampai menutup bahu jalan.

"Insya Allah akhir bulan rampung," ujar PPK BBPJN VIII wilayah Trenggalek-Ponorogo-Pacitan, Ramlan. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar