"Saat ini masih banyak variabel negatif yang menyebabkan investasi sektor hulu migas menjadi terhambat, apalahi revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas sampai saat ini juga masih belum kelar di meja DPR RI," kata Kholid dalam Lokakarya Media Periode II SKK Migas Wilayah Kerja Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa-KKKS Cluster Timur di Batu, Jawa Timur, Kamis.
Malang (Antaranews Jatim) - Pengamat Minyak dan gas (Migas) M Kholid Syairozi mengemukakan pemerintah harus merombak tatakelola migas dengan lebih simpel untuk meningkatkan produksi hulu migas.

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026