hadirnya bendera dan kostum Timnas Indonesia itu adalah bagian dari doa, serta pesan dari penggemar bola di Kota Malang supaya Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia empat tahun ke depan, amin.Malang (Antaranews Jatim) - Beragam tema Tempat Pemungutan Suara (TPS) hadir dan mewarnai pelaksanaan Pilkada 2018, seperti tema kebudayaan dengan setiap petugas TPSnya menggunakan pakaian adat istiadat, kemudian tema kuliner dengan petugas menggunakan kostum para koki.
Ada pula tema Piala Dunia 2018 dengan petugasnya berkostum negara peserta serta atribut lainnya seperti lantai TPS dibuat layaknya lapangan sepak bola mini, ditambah baliho "Selamat Datang" yang menampilkan pemain bola terkenal asal Argentina Messi dan Portugal Ronaldo.
Bendera negara peserta piala dunia juga tak luput menjadi hiasan di langit-langit TPS, bahkan hadir pula bendera Indonesia yang disisipkan di antara bendera negara peserta pesta sepak bola terbesar itu.
Beragam tema TPS itu hadir di Kota Malang, Jawa Timur yang tujuannya menarik warga untuk datang dan mencoblos, atau ikut meramaikan pesta demokrasi lima tahunan.
Khusus untuk TPS tema Piala Dunia, di kota yang akrab dengan sebutan "Kota Bunga" itu terpantau ada di sejumlah lokasi, dua di antaranya di Sengkaling yakni TPS 11 dan Kecamatan Merjosari TPS 10.
Tema ini wajar sangat ramai digunakan, bahkan tidak hanya di Kota Malang, terpantau juga di beberapa daerah lainnya sebab pelaksanaan Pilkada 2018 bersamaan dengan pesta sepak bola empat tahunan tersebut.
Banyaknya kaum adam yang kini sedang larut dalam hitung-hitungan poin negara favoritnya untuk lolos ke babak 16 besar kompetisi sepak bola antarnegara tersebut, juga menjadi alasan mengapa tema Piala Dunia 2018 ramai digunakan.
Rendra, salah satu ketua TPS 10 Merjosari Kota Malang menyebutkan tema Piala Dunia di TPSnya dipilih karena tidak ribet, sebab sebagian besar petugasnya adalah laki-laki yang suka dengan olah raga sepak bola, ditambah juga sebagian petugas adalah teman nonton bareng (nobar) ajang bergengsi itu.
Pria yang menjagokan Argentina untuk menjadi juara pada Piala Dunia 2018 itu mengaku, sebelumnya dalam rapat penentuan tema TPS muncul tiga tema besar, yakni budaya dengan menggunakan atribut blangkon (hiasan kepala) dan pakaian jawa, kemudian tema biasa atau bebas, lalu tema Piala Dunia 2018.
"Kami memilih tema Piala Dunia karena sebagian besar suka sepak bola, ditambah setiap petugas sudah mempunyai kostum masing-masing negara peserta Piala Dunia," kata Rendra, menjelaskan.
Lantas, mengapa ada petugas TPS yang menggunakan kostum Tim Nasional Indonesia serta bendera Indonesia di antara bendera peserta Piala Dunia 2018?, padahal Indonesia tidak menjadi negara peserta pada pesta olahraga terbesar yang diikuti 32 negara tahun 2018 itu.
Rendra beralasan, hadirnya bendera dan kostum Timnas Indonesia itu adalah bagian dari doa, serta pesan dari penggemar bola di Kota Malang supaya Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia empat tahun ke depan, amin.
Doa dan harapan itu sangat wajar, sebab Timnas Indonesia sudah berpuasa sangat lama di ajang sepak bola internasional itu, dan berdasarkan catatan FIFA atau lembaga tertinggi sepak bola dunia, Timnas Indonesia hanya berpartisipasi pada tahun 1938 di Perancis, waktu itu dengan nama Hindia Belanda.
Selain itu, saat ini sepak bola di Indonesia juga bukan hanya dipandang sebagai olahraga biasa, namun telah menjadi bagian pemersatu bangsa dan industri yang potensial, karena banyaknya pendukung fanatik di beberapa daerah.
Apa yang dikatakan Rendra, berbanding lurus dengan Yunan, salah satu penggemar sepak bola asal Malang yang juga warga di kawasan Blimbing.
Menurutnya tema Piala Dunia yang ditampilkan di setiap TPS dalam Pilkada 2018, selain bagian dari demam sepak bola di masyarakat, juga bisa dijadikan contoh nilai sportivitasnya dalam berdemokrasi.
Sepak bola, kata dia, terkenal dengan nilai sportivitasnya atau mengakui kekalahan jika memang kalah dan mengapresiasi jika menang.
"Tema Piala Dunia di setiap TPS diharapkan agar pelaksanaan Pilkada 2018 bisa berjalan sportif tanpa kecurangan, dan mungkin inilah yang diharapkan bisa dicontoh," katanya.
Pilkada Malang
Sementara itu, pelaksanaan Pilkada Malang digelar bersamaan dengan Pilkada Jatim dengan total keberadaan TPS mencapai 1.400 tempat yang tersebar di 57 kelurahan.
Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang juga menyediakan fasilitas TPS keliling atau TPS mobile di lingkungan rumah sakit.
Untuk setiap TPS di kelurahan terdapat tujuh anggota yang di dalamnya termasuk ketua tim, ditambah lagi dengan dua anggota Linmas yang bertugas mengamankan pelaksanaan Pilkada Jatim dan Pilkada Malang.
Pelaksanaan Pilkada Malang diikuti sebanyak tiga pasangan calon, yakni Yaqub-Wanedi, Anton-Syamsul Mahmud, dan Sutiaji-Sofyan Edi.
Sedangkan Pilkada Jatim diikuti dua pasangan calon yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil E Dardak dengan nomor urut 1 dan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno dengan nomor urut 2.(*)
Pewarta: A Malik IbrahimEditor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.