Pemkot Surabaya Jelaskan Program Forum Kota Layak Anak

id forum kota layak anak se-Asia Pasifi,Pemkot Surabaya,antaranews jatim

Pemkot Surabaya Jelaskan Program Forum Kota Layak Anak

Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya Nanis Chairani (Abdul Hakim)

Selain itu ada sekolah pranikah, konseling bagi anak maupun keluarga yang mengalami masalah
Surabaya (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kota Surabaya menjelaskan program Forum Internasional Kota Layak Anaka se-Asia Pasifik atau "Growing Up Urban Making Cities Safe and Sustanable for Every Child" yang akan digelar di Kota Pahlawan pada 6-8 Mei 2018.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Kota Surabaya Anak Nanis Chaerani, di Surabaya, Senin, mengatakan program-program yang akan mendukung Konferensi Kota Layak Anak di Surabaya antar lain, kampung pendidikan, kampung arek suroboyo, program puspaga yang di dalamnya terdapat kegiatan parenting untuk anak normal dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

"Selain itu ada sekolah pranikah, konseling bagi anak maupun keluarga yang mengalami masalah," katanya.

Program lainnya adalah In House Training bagi Linmas dan Satpol PP untuk meningkatkan kapasitas prespektif perlindungan, program keluarga setara yang memberikan pembinaan kepada keluarag rentan perceraian serta bakti sosial oleh forum arek Surabaya dengan tema peduli gizi terhadap anak-anak di bantaran sungai.

"Rencanannya dilaksanakan di Bagong Ginayan Kelurahan Ngagel Kecamatan Wonokromo," katanya.

Nantinya, lanjut dia, melalui pertemuan ini, pihaknya mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif bagi Kota Surabaya dari kebijakan secara budgeter dan non budgeter bagi masyarakat (khususnya anak-anak).

"Harapannya mampu diimplementasikan di kota kita," kata Nanis.

Selanjutnya, lanjut dia, tentunya kegiatan itu akan berdampak bagi perekonomian Kota Surabaya. "Hotel-hotel di Surabaya akan laku, restoran atau kuliner dan souvenir juga akan laku. Dan lebih penting lagi Kota Pahlawan akan lebih dikenal di negara-negara di dunia," katanya.

Chief of Communication and Public Advocacy UNICEF Marc Vegara sebelumnya mengatakan inti pertemuan antarwali kota se-Asia Pasifik untuk berdiskusi, saling tukar ilmu dan berbagi untuk mencari solusi dari problem-problem yang dialami setiap kota tentang kondisi anak di perkotaan.

"Mulai sekarang harus dipikirkan bagaimana perencanaan dan kontrol bagi anak, jika tidak dilakukan akan sangat membahayakan," katanya.

Selain itu, Marc mengatakan pentingnya acara ini untuk segera dibahas karena dirinya kerap melihat dan mendengar permasalahan anak di kota berbagai kota di dunia.

"Saya mencontohkan kejadian di sebuah kota bernama `zero day` yang ada di Afrika Selatan. Disana air telah mati dan meminta kepada rakyatnya untuk mencari air sendiri. Lalu bagaimana dengan anak-anak, tidak mungkin mereka bisa hidup tanpa air. Itu sangat menakutkan," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar