Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 17 poin menjadi Rp13.314, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat tipis sebesar 0,42 poin. 

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 17 poin menjadi Rp13.314 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.331 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Analis Monex Investindo Futures Faisyal di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa dolar AS kembali bergerak lesu seiring investor mempertimbangkan tindakan perdagangan Amerika Serikat yang memberlakukan cukai tinggi terhadap beberapa produk dari Tiongkok dan Korea Selatan. 

"Setelah berakhirnya shutdown pemerintah AS, pergerakan dolar AS dibayangi sentimen kebijakan perdagangan AS, sehinggga pelemahan dolar AS berpotensi berlanjut," katanya. 

Ia menambahkan bahwa sikap pemerintahan presiden AS Donald Trump yang protektif dengan mengenakan tarif impor yang tinggi ke produk asal Tiongkok, khususnya mesin cuci dan penal surya dapat menahan pergerakan dolar AS. 

Di sisi lain, lanjut dia, penjualan rumah di Amerika Serikat yang pesimis turut memberi pengaruh negatif pada pergerakan dolar AS. 

Analis Binaartha Sekuritas reza Priyambada menambahkan bahwa dari dalam negeri, adanya penilaian positif dari Menteri Keuangan terkait kenaikan harga minyak mentah yang dapat membuat neraca perdagangan Indonesia menjadi surplus menjaga fluktuasi rupiah di area positif. 

Selain itu, lanjut dia, adanya langkah strategis yang ditetapkan pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga inflasi agar tetap stabil turut membantu rupiah mengalami apresiasi terhadap doolar AS.  

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu pagi dibuka menguat tipis sebesar 0,42 poin seiring dengan ekonomi nasional yang kondusif. 

IHSG BEI dibuka menguat 0,42 poin atau 0,01 persen menjadi 6.635,75, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,10 poin (0,01 persen) menjadi 1.132,29. 

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa sentimen positif dari Komite Kebijakan Sistem Keuangan (KKSK) yang optimis kondisi stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan tetap terkendali menjadi salah satu faktor yang menjaga pergerakan IHSG. 

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2018 diyakini akan lebih baik dan stabilitas makroekonomi tetap terjaga," katanya. 

Kendati demikian, lanjut dia, kenaikan IHSG pada perdagangan kemarin (23/1) yang terbilang signifikan dapat membuka peluang bagi investor untuk melakukan aksi ambil untung, situasi itu dapat membuat laju indeks tertahan. 

"Kenaikan yang signifikan dapat mendorong ambil untung oleh pemodal yang dapat menahan laju IHSG lebih tinggi," katanya. 

Sementara itu terpantau, pergerakan IHSG pada pukul 09.30 WIB berada di area negatif atau melemah 16,23 poin (0,24 persen) menjadi ke posisi 6.619,09. 

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pelaku pasar saham diharapkan tetap waspada terhadap aksi ambil untung yang memanfaatkan kenaikan saham-saham di dalam negeri sebelumnya. 

"Pergerakan IHSG masih dimungkinkan kembali mengalami kenaikan mengingat sentimen dari dalam negeri cukup positif. Namun, tetap waspadai aksi-aksi ambil untung," katanya. 

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 115,46 poin (0,49 persen) ke 24.005,24, indeks Hang Seng melemah 89,21 poin (0,27 persen) ke 32.841,49 dan Straits Times melemah 7,53 poin (0,20 persen) ke posisi 3.585,16. (*)



Pewarta: supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026