Sering mengobral janji, tidak ditepati. Tidak tahu latar belakangnya apa. Padahal, kami ikuti termasuk minta gandeng, tapi akhirnya tidak muncul, membuat kami kelabakan
Kediri (Antaranews Jatim) - DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Kediri, Jawa Timur, memutuskan mendukung petahana dan membatalkan mengusung mantan Wali Kota Kediri Samsul Ashar di Pilkada Kota Kediri 2018.
Ketua DPC PDIP Kota Kediri Agus Sunoto mengemukakan awalnya memang saat pendaftaran yang mengambil formulir bakal calon Wali Kota, salah satunya Samsul Ashar. Namun, ternyata hingga menjelang pendaftaran ternyata komunikasi yang terjalin tidak bagus.
"Sering mengobral janji, tidak ditepati. Tidak tahu latar belakangnya apa. Padahal, kami ikuti termasuk minta gandeng, tapi akhirnya tidak muncul, membuat kami kelabakan," katanya di Kediri, Senin.
Ia juga mengatakan, PDIP memutuskan untuk mendukung pasangan petahana Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wawali Lilik Muhibbah di Pilkada Kota Kediri 2018. Pihaknya sudah melihat prestasi dan kepemimpinan yang telah didapat selama lima tahun menjabat, sehingga partai memutuskan untuk mendukung petahana.
"Kami dukung Pak Abu dalam kepemimpinannya, dan sudah ada hasilnya. Itu yang kami akui bagus. Kalau Gus Aiz (calon yang diusung PKB dan Golkar), saya belum terlalu jauh tahu sepak terjangnya di Kediri," ujarnya.
Walaupun sudah menyatakan dukungan secara resmi, hingga kini surat dari partai belum turun. Sunoto mengatakan sudah berkomunikasi dengan DPP PDIP dan surat sudah dibuatkan. Setelah surat itu turun, secepatnya langsung diberikan.
Selain itu, partai juga secepatnya koordinasi dengan seluruh jajaran untuk secara penuh mendukung pasangan petahana di Pilkada Kota Kediri. Partai tidak akan pindah dukungan dan tetap konsisten mendukung pasangan petahana.
Sementara itu, bakal calon pendamping Samsul Ashar, yaitu Adi Suwono mengaku kecewa dengan sikap Samsul Ashar yang dinilai inkonsisten. Kondisi itu membuat masalah di internal partai. Namun, ia tetap menghormati apapun keputusan tersebut.
"Saya menghormati apapun keputusan tersebut. Namun, ke depan perlu selektif luar biasa dalam pencalonan, sehingga tidak dipermainkan. PDIP adalah partai besar, tidak boleh dilecehkan," katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Kediri Abdul Baqi mengaku, awalnya partai pengusung untuk pasangan petahana Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah di Pilkada Kota Kediri 2018 adalah PAN dan Nasdem. Untuk PDIP, komunikasi di detik-detik terakhir sebelum pendaftaran intensif dilakukan, hingga akhirnya mereka mendukung petahana.
"Kami berterima kasih. Baru tadi malam kami mengobrol dan Pak Agus menegaskan secara resmi baru tadi pagi. Jadi, yang mengusung itu adalah Nasdem dan PAN yang lainnya mendukung, ada PKS, Demokrat, dan PDIP. Jadi, total 16 kursi," katanya.
KPU Kota Kediri, menerima pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali KOta Kediri Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah. Berkas yang diterima KPU dinyatakan telah memenuhi syarat pendaftaran. (*)
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.