Zubi Mahrofi

Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak melemah tipis sebesar tiga poin sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat tipis sebesar 1,98 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak melemah tipis sebesar tiga poin menjadi Rp13.555 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.552 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Pergerakan mata uang di kawasan Asia cenderung mendatar dan bervariasi menjelang liburan Hari Raya Natal. Situasi itu juga mempengaruhi aktivitas pasar valas di dalam negeri yang cenderung minim," kata analis Valbury Asia Futures Lukman Leong di Jakarta, Jumat.

Namun, Lukman Leong menilai bahwa sentimen dari lembaga pemeringkat Fitch Rating yang menaikkan peringkat Indonesia menjadi BBB (triple B) dengan outlook stabil dapat menjadi faktor yang menjaga stabilitas fluktuasi rupiah.

"Faktor kenaikan rating menjaga rupiah untuk tetap stabil," kata Lukman Leong.

Menurut dia, pergerakan rupiah cenderung akan mendatar hingga akhir tahun ini mengingat sejumlah faktor yang menjadi penekan rupiah seperti kebijakan kenaikan suku bunga AS pada tahun ini serta reformasi pajak mulai sedikit mereda.

         Sementara itu, ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa mata uang di kawasan Asia pagi ini cenderung melemah terhadap dolar AS, kondisi itu menjadi salah satu sentimen bagi pelemahan rupiah.

Lana mengatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat diperkirakan masih akan menguat, efek kebijakan pemangkasan pajak terutama didorong oleh sentimen keyakinan berusaha investasi dari pelaku usaha menjadi salah satu faktornya.


IHSG 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, dibuka menguat tipis sebesar 1,98 poin di tengah sentimen yang beredar di pasar cukup bervariasi.

IHSG BEI dibuka menguat 1,98 poin atau 0,03 persen menjadi 6.185,37, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,25 poin (0,02 persen) menjadi 1.044,45.

"Sentimen yang bervariasi bagi pasar saham membuat IHSG akan bergerak mixed," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Jumat.

Nico Omer mengemukakan bahwa sentimen dari dalam negeri cukup positif seiring dengan kenaikan peringkat Indonesia oleh lembaga pemeringkat Fitch Ratings menjadi BBB (triple B) dengan outlook stabil.

"Fitch menaikkan peringkat Indonesia berdasarkan pengamatan terhadap menguatnya ketahanan ekonomi Indonesia terhadap sektor eksternal," katanya.

Di sisi lain, Nico menambahkan bahwa realisasi defisit anggaran hingga 15 Desember 2017 mencapai Rp352,7 triliun atau sekitar 2,62 persen terhadap PDB, relatif masih jauh di bawah maksimum yang ditetapkan dalam UU APBNP sebesar 2,92 persen.

"Ini merupakan sinyal bahwa Indonesia masih dalam situasi APBN yang cukup stabil," katanya.

Dari eksternal, lanjut dia, kebijakan Amerika Serikat terhadap ekonominya dapat membuat negara itu menjadi perhatian investor dan cenderung lebih menarik untuk menempatkan danany dibanding negara lain.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 9,28 poin (0,04 persen) ke 22.856,58, indeks Hang Seng menguat 77,15 poin (0,26 persen) ke 29.444,21, dan Straits Times menguat 11,71 poin (0,36 persen) ke posisi 3.394,65. (*)


Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026