Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah sebesar 16 poin sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) dibuka menguat sebesar 11,25 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah sebesar 16 poin menjadi Rp13.579 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.563 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa dolar AS menguat seiring dengan perhatian investor beralih pada pertemuan Federal Reserve pekan ini di tengah ekspektasi kenaikan bunga.

"Pelaku pasar keuangan cenderung mengambil sikap 'wait and see' menjelang keputusan Federal Reserve dengan sebagian besar dari mereka memperkirakan terbuka potensi kenaikan suku bunga AS," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sentimen pemangkasan pajak di Amerika Serikat juga diperkirakan dapat mendorong perekonomian meningkat sehingga memicu permintaan aset berdenominasi dolar AS naik.

"Data-data ekonomi Amerika Serikat juga menunjukan perbaikan, kondisi itu turut menjadi penopang dolar AS," tuturnya.

Namun, menurut dia, apresiasi dolar AS nisbi masih terbatas menyusul Ketua Federal Reserve berikutnya pengganti Janet Yellen, yakni Jerome Powell cenderung memiliki figur "dovish".

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengemukakan indeks keyakinan konsumen Amerika Serikat pada Oktober mencatatkan kenaikan menjadi 125,9, tertinggi dalam 17 tahun terakhir sejak Desember 2000.

"Optmisme konsumen itu mengindikasikan keyakinan masyarakat AS terhadap perekonomian dan pasar tenaga kerja," katanya.


IHSG Menguat

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Rabu, dibuka menguat sebesar 11,25 poin seiring dengan cukup kuatnya sentimen positif dari dalam negeri.

IHSG BEI dibuka menguat 11,25 poin atau 0,19 persen menjadi 6.017,04. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,86 poin (0,29 persen) menjadi 995,08.

"Sentimen dari dalam negeri yang terbilang positif berkenaan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional masih menjadi salah satu faktor penopang IHSG," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2017 bisa di atas prediksi Bank Indonesia (BI) yang sebesar 5,18 persen. Bank Indonesia juga mengisyaratkan ruang pelonggaran kebijakan moneter di sisa tahun 2017 masih terbuka untuk kebijakan makroprudensial.

Ia menambahkan bahwa apresiasi di bursa saham Indonesia juga didorong oleh kinerja keuangan perusahaan periode kuartal ketiga 2017 yang telah dirilis membukukan pertumbuhan.

Namun, menurut dia, faktor eksternal masih menjadi kendala bagi IHSG. Adanya sinyal perlambatan ekonomi di Tiongkok dapat mempengaruhi laju bursa saham di kawasan Asia, termasuk IHSG. Data Purchasing Manager's Index (PMI) Tingkok pada Oktober 2017 turun ke level 51,6 dari 52,4 pada September.

"Investor juga khawatir uji coba nuklir Korea Utara terbaru, yang dapat memicu kebocoran bahan radioaktif berbahaya," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 313,03 poin (1,42 persen) ke 22.324,64, indeks Hang Seng menguat 154,13 poin (0,55 persen) ke 28.399,67 dan Straits Times menguat 14,57 poin (0,44 persen) ke posisi 3.388,04. (*)


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026