"Mudik dan balik gratis ini memang setiap tahun sengaja dilaksanakan setelah Lebaran atau pada 'H+5' Idul Fitri 2017 karena selain banyak warga Situbondo yang akan mudik ke Madura juga banyak masyarakat Situbondo yang akan berlebaran ke sanak saudaranya," ujar Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Situbondo, Tulus Priatmadji seusai acara pemberangkatan lima armada bus mudik balik gratis di Situbondo, Sabtu.
Ia menyebutkan, dari masing-masing bus diisi 50 penumpang dan berjumlah 250 orang itu satu bus di antaranya tujuan Surabaya, sedangkan empat bus lainnya tujuan Kabupaten Sumenep, Madura.
Program mudik dan balik gratis ini, katanya, selain tujuan Madura juga terdapat satu bus tujuan Surabaya, karena warga Situbondo juga banyak memanfaatkan mudik-balik gratis tersebut untuk kembali bekerja di Surabaya.
"Untuk pemberangkatan bus mudik-balik gratis ini kami berangkatkan dari Kantor Balai Pengujian Kendaraan Situbondo dan bagi pemudik yang ada di wilayah barat bisa menunggu di Kecamatan Besuki," katanya.
Tulus menambahkan, mudik dan balik gratis menggunakan bus tujuan Madura dan Surabaya pada Lebaran 2017 bertambah satu armada bila dibandingkan tahun sebelumnya pemerintah daerah hanya menyediakan empat bus.
"Pada tahun depan kami berencana menambah armada bus lagi dengan tujuan Solo, Jawa Tengah, karena di Situbondo juga banyak masyarakat yang asli Solo," paparnya.
Sementara Agustin, salah seorang pemudik mengaku terbantu dengan adanya program Mudik-Balik Gratis Pemkab Situbondo yang dilaksanakan setiap tahun.
"Kami bersama keluarga ada tiga orang semua memanfaatkan mudik gratis menggunakan bus ke Kabupaten Sumenep, Madura. Kami dan keluarga memang sudah biasa mudik setelah Lebaran," tuturnya.
Dalam pantauan, pemberangkatan lima armada bus mudik-balik gratis ini diberangkatkan langsung oleh Bupati Dadang Wigiarto dari Kantor Balai Pengujian Kendaraan Pemkab Situbondo. (*)
Video oleh: Novi Husdinariyanto
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.