Kondisi Cak Priyo saat ini stabil, namun perlu mendapatkan perawatan dan pengobatan dari tim medis di rumah sakit
Sidoarjo (Antara Jatim) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo berharap komedian Priyo Aljabar bersedia dirawat untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
"Kondisi Cak Priyo saat ini stabil, namun perlu mendapatkan perawatan dan pengobatan dari tim medis di rumah sakit," ujar Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Dr Soetomo, Dr dr Joni Wahyuhadi SpBS, di sela menjenguk Priyo di kediamannya di Sidoarjo, Jumat.
Tim dokter yang datang ke rumah personel grup komedi Galajapo itu terdiri dari para dokter spesialis bedah perut.
Meski sakit, kata dia, namun secara Psikologis, Cak Priyo cukup stabil dan bisa makan, berbicara, serta suka bercanda.
"Bahkan ketika tim dokter ke rumahnya, Cak Priyo tak henti-hentinya mengeluarkan banyolan yang membuat tim dokter tidak bisa menahan tawa," ucapnya.
Ia mengatakan bahwa hasil observasi sementara Priyo menderita kanker lemak yang memang jarang dijumpai, bahkan di RSUD dr Soetomo baru terdapat dua kasus.
Menurut dia, tumor di tubuh Priyo memang sudah besar dan lama, akan tetapi baru kelihatan setelah kurus.
Sementara itu, sesuai hasil kesepakatan dengan keluarga, lanjut dia, Priyo sendiri yang minta untuk dibawa ke Dr Soetomo pada hari Senin, 8 Mei mendatang untuk selanjutnya dilakukan observasi lanjutan serta diambil tindakan medis.
Sedangkan terkait biaya pengobatan, ia memastikan Priyo terdaftar di BPJS kesehatan sehingga seluruh biaya nantinya akan ditanggung BPJS.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf juga berharap Cak Priyo segera bisa disembuhkan dan diberikan tindakan medis secepatnya.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, mengapresiasi RSUD Dr Soetomo yang secara cepat telah mendatangi rumah Priyo, namun diharapkan juga melakukan tindakan sama terhadap warga lain yang mengalami masalah serupa.
"Kasus seperti Cak Priyo ini harus segera ditangani. Bagi masyarakat yang sakit parah jangan takut untuk segera dibawa ke rumah sakit," katanya. (*)
Pewarta: Fiqih ArfaniEditor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.