Lokasi gempa berada di epicentrum pada koordinat 8.10 LS, 112.59 BT (15 km Barat Daya Kota Malang, Jawa Timur,) pada kedalaman 5 kilometer. "Ini hasil analisa kami," kata Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Musripan ketika dikonfirmasi di Malang, Jawa Timur, Sabtu.
Menurut Musripan, peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi atau guncangan dirasakan hampir di seluruh wilayah Malang raya, termasuk Karangkates (wilayah yang berbatasan dengan Blitar).
Gempa tersebut dalam skala intensitas II SIG-BMKG atau (III sd 4MMI). Di wilayah Malang raya guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan hampir sebagian penduduk di wilayah itu. "Sampai sekarang belum ada aktivitas gempa bumi susulan," ujarnya.
Ia mengatakan pemicu gempa bumi ini diperkirakan adalah aktivitas sesar lokal grindulu, namun tidak berpotensi tsunami. Hanya saja, meski gempa tersebut termasuk kecil, kedalamannya hanya 5 kilometer (lokal), sehingga guncangannya cukup terasa, namun areanya tidak luas.
Walaupun tidak berpotensi tsunami, kami imbau masyarakat tetap tenang dan tetap terus mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun BMKG atau SAR, terutama warga yang berada di kawasan pesisir Pantai di Kecamatan Bantur hingga Ampelgading, kabupaten Malang," katanya.
Menyinggung korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kerusakan, Musripan mengatakan sampai saat ini belum ada laporan dari warga, BPBD, PMI maupun pihak lainnya terkait kerusakan maupun korban jiwa maupun luka-luka.
"Mudah-mudahan tidak sampai terjadi kerusakan maupun korban luka-luka dan tidak ada gempa susulan maupun tzunami," ucapnya. (*)
Pewarta: Endang SukarelawatiEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.