Jadi belum ada yang mengintegrasikan antara variabel strategis dan operasional dari sistem transportasi laut secara komprehensif.Surabaya (Antara Jatim) - Senior Vice President (SVP) Shipping Pertamina Dr Ir Mulyono MT MM meraih gelar doktor teknologi kelautan setelah mengikuti sidang terbuka promosi doktor di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis.
Dalam disertasinya, Mulyono mengembangkan model terintegrasi berbasis theory of constraints (TOC), yang berguna dalam efektivitas dan produktivitas kinerja sistem transportasi laut. Disertasi itu dipromotori oleh almarhum Prof Ir Djauhar Manfaat MSc PhD dengan co-promotor Ir Tri Achmadi PhD.
Mulyono mengatakan, penelitian-penelitian yang telah ada sebelumnya masih berfokus untuk mengoptimalkan komponen-komponen dari sistem pengangkutan laut secara terpisah, atau disebut local optimum.
“Jadi belum ada yang mengintegrasikan antara variabel strategis dan operasional dari sistem transportasi laut secara komprehensif,” tuturnya.
Konsep model terintegrasi berbasis TOC pada sistem transportasi laut, menurut Mulyono, meliputi integrasi komponen sistem, integrasi ukuran kinerja, integrasi Time Horizon, dan integrasi Output.
Mulyono menambahkan, setiap sistem dalam sistem terbuka merupakan gabungan dari subsistem, di mana dalam satu subsistem yang berantai minimal ada satu konflik. “Output dari sistem bukan mengikuti yang kuat, tapi yang lemah,” ujarnya.
Dia lantas melakukan penelitian untuk mendefinisikan dan merumuskan ulang goal dari sistem transportasi laut. Selain itu, ia juga melakukan penerjemahan beberapa terminologi TOC.
“TOC itu merupakan suatu tahapan,” kata Mulyono.
Tahapan yang dimaksud, lanjut Mulyono, dimulai dari mendefinisikan goal sistem, kemudian menentukan ukuran kinerja pada TOC.
“Pada tahap ini, saya melakukan pendefinisian ulang untuk ukuran kinerja TOC, meliputi Throughput, Inventory, Operating Expense, Productivity, dan Net Benefit,” ungkapnya.
Lebih lanjut, tahapan selanjutnya pada TOC ialah mendefinisikan system’s constraint. “Metode penelitian yang saya lakukan di sini ada tiga, yakni process map, identifikasi constraints berbasis uji statistik, dan identifikasi biaya constraint,” ulasnya.
Dia menjelaskan, mengenai penelitian constraint yang dilakukannya pada sistem transportasi laut di PT Pertamina, setelah constraint diidentifikasi dengan cara standardisasi satuan sistem menjadi KL/hari, diketahui penyebab constraint adalah terbatasnya kapasitas jetty, cargo, pump, dan port draft.
“Apabila kapasitas constraint tidak ditingkatkan,biaya congestion, deadfreight, dan slow pumping akan membebani kinerja perusahaan tersebut,” jelasnya.
Maka solusi yang ditemukan oleh Mulyono, untuk solusi jangka pendek, adalah dengan meningkatkan kapasitas jetty dari dua menjadi tiga unit, meningkatkan kapasitas draft dari 4,5 meter menjadi enam meter, dan meningkatkan kapasitas cargo pump dari 500 KL per jam menjadi 550 KL per jam.
Sementara itu untuk solusi jangka panjang, kata Mulyono, adalah dengan cara meningkatkan kapasitas jetty menjadi lima unit, kapasitas draft menjadi enam meter, dan cargo pump menjadi 550 KL/jam.
Hasil sidang promosi doktor tersebut memutuskan Mulyono resmi bergelar doktor dengan predikat sangat memuaskan. Dengan demikian, Mulyono tercatat sebagai doktor ke-35 dari Fakultas Teknologi Kelautan ITS. (*)
Pewarta: willy irawanEditor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.