Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak melemah sebesar 13 poin sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat sebesar 10,78 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi Rp13.326, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.313 per dolar AS.
"Mata uang dolar AS yang sempat turun dalam beberapa terakhir mulai bergerak naik terbantu oleh indeks manufaktur Amerika Serikat yang meningkat," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Rabu.
Ia mengemukakan bahwa indeks PMI sektor manufaktur Amerika Serikat pada Januari mengalami kenaikkan menjadi 55,1 dibandingkan 54,3 pada Desember 2016 lalu. Kenaikan itu lebih tinggi dibandingkan manufaktur di negara kawasan Euro.
"Manufaktur AS itu menandakan performa ekonomi masih relatif solid," katanya.
Namun, lanjut dia, penguatan dolar AS relatif terbatas menyusul pernyataan Donald Trump yang tidak menginginkan dolar AS terlalu kuat karena dapat membuat perusahaan Amerika Serikat sulit berkompetisi.
Ia mengatakan bahwa mata uang rupiah secara umum masih terbuka ruang untuk kembali terapresiasi, menyusul harga komoditas seperti minyak mentah yang masih tinggi.
Sementara itu, Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova mengatakan bahwa pergerakan rupiah relatif masih stabil menyusul ekspektasi investor terhadap The Fed tidak terlalu agresif untuk menaikan suku bunganya pada tahun ini.
"Kebijakan Trump yang menarik diri dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) dapat berdampak negatif bagi ekonominya, karena Amerika Serikat masih memiliki ketergantungan yang besar terhadap perdagangan internasional," katanya.
IHSG Menguat
IHSG di BEI dibuka menguat sebesar 10,78 poin seiring dengan pergerakan positif mayoritas bursa saham di kawasan Asia.
IHSG BEI dibuka naik 10,78 poin atau 0,20 persen menjadi 5.302,87 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 2,73 poin (0,31 persen) menjadi 886,89 poin.
"Berlanjutnya kenaikan bursa saham di kawasan Asia menjadi salah satu katails positif bagi IHSG unutk melanjutkan pergerakannya di area penguatan," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu.
Kendati demikian, lanjut dia, laju IHSG juga berpotensi terbatas menyusul kebijakan Donald Trump yang menarik diri dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), hal itu dinilai dapat membahayakan perekonoian global, terutama negara berkembang yang mengandalkan ekspor.
"Setiap bentuk perang dagang yang berlangsung di pasar global, juga cenderung menimbulkan pengaruh kepada investor terhadap investasi pada aset-aset berisiko di 'emerging market'," katanya.
Namun, ia mengatakan bahwa sentimen dari kebijakan Donald Trump memang tetap harus diwaspadai, tetapi tampaknya investor juga tidak ingin terjebak dalam satu isu tersebut saja. Sentimen dari dalam negeri yang secara umum masih cukup kondusif diharapkan menjaga fluktuasi IHSG di area positif.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan bahwa laporan kinerja emiten selama 2016 yang sedang dinanti investor diharapkan mencatatkan hasil sesuai ekspektasi sehingga dapat menjadi penopang IHSG.
"Kinerja tahunan dari emiten sedianya akan dirilis dalam waktu dekat, dengan kondisi perekonomian yang stabil diharapkan mempengaruhi kinerja emiten tetap positif," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 71,20 poin (0,31 persen) ke level 23.021,06, indeks Nikkei naik 259,13 poin (1,38 persen) ke level 19.047,12, dan Straits Times menguat 16,15 poin (0,53 persen) posisi 3.057,58. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.