"Saya merasa banyak hal yang belum saya lakukan. Makanya saya kaget. Tapi paling tidak saya berterima kasih atas penghargaan ini," kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini.Surabaya (Antara Jatim) - Sosiolog Imam B. Prasodjo mendapat anugerah Soetandyo Awards dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair atas dedikasinya kepada pendidikan dan sosial, yang diserahkan di Aula Soetandyo, FISIP Unair, di SurabayaRabu.
"Saya merasa banyak hal yang belum saya lakukan. Makanya saya kaget. Tapi paling tidak saya berterima kasih atas penghargaan ini," kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini.
Imam mengatakan, figur Prof Soetandyo Wignjosoebroto layak dijadikan teladan di banyak kampus. Semangat bidang ilmu yang dia tekuni dan kemudian menjadi suatu implementasi. Seperti halnya ketika Prof Soetandyo membela pedagang kaki lima dan kelompok lain yang termarjinalkan.
"Jadi antara yang dikuliahkan dengan apa yang dijadikan perjuangan di lapangan itu nyambung, dan nyambungnya itu kuat. Itu sebenarnya yang sudah coba saya lakukan juga, tapi ini kan lebih lama beliau melakukan itu," kata Imam.
Dalam dunia kampus, saya membidani sebuah mata kuliah yang bernama "inovasi sosial" yang tujuannya adalah memperkenalkan tentang bagaimana yang kita pelajari secara akademik itu harus terimplementasi di lapangan.
"Jadi kita tidak bisa meneliti, mengajari dan langsung puas dengan itu. Yang harus dilakukan adalah, apa yang kita teliti dan kita tulis serta bagaimana solusinya," ujarnya.
Imam mengaku belum percaya saat Prof Ramlan Surbakti, guru besar FISIP Unair, menelpon dan mengundangnya untuk datang ke Dies Natalis ke-39 FISIP Unair.
"Saat itu beliau bilang apakah saya mau datang ke Dies Natalis FISIP, jika mau, maka tim panitia akan menghubungi serta membayar akomodasinya. Saya takutnya itu bukan Porf Ramlan beneran. Tapi saya datang juga untuk menghormati Prof Ramlan," paparnya.
Dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan FISIP Unair. Menurutnya hal ini perlu dilakukan secara berkesinambungan. "Biasanya kampus memberi beasiswa kepada mahasiswanya sendiri, tapi FISIP ini tidak. Ini kan hebat," katanya.
Prof Dr Hj Emy Susanti, salah satu juri mengatakan dipilihnya Imam Prasodjo menjadi penerima penghargaan Soetandyo dikarenakan Imam adalah salah satu contoh seseorang yang mampu mengimplementasikan ilmunya untuk sosial. Selain itu, Imam juga aktif di dunia akademik.
"Salah satu contohnya ketika Pak Imam mundur sebagai anggota KPU pada tahun 2002. Itu kan menunjukkan karakter sebenernya dari beliau ini," katanya.
Selain Imam B. Prasodjo yang mendapat Soetandyo Award 20016, dalam rangkaian Dies Natalis FISIP ke-39 tersebut juga diberikan Soetandyo Scholarship yakni semacam beasiswa kepada mahasiswa jenjang sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) berupa bantuan biaya penulisan skripsi/tesis kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik dan aktivitas sosial masyrakat. (*)
Pewarta: willy irawanEditor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.