Jakarta (Antara) -  Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Rabu pagi turun dua poin, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka naik 12,24 poin. 

 Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Rabu pagi turun dua poin menjadi Rp13.555 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan rupiah masih berada di area negatif dan permintaan dolar AS yang meningkat di akhir bulan menjadi salah satu faktor yang menahan laju rupiah.

"Permintaan dolar AS yang tinggi di akhir bulan serta masih adanya kekhawatiran soal demonstrasi diduga menjadi penyebab laju rupiah tertahan," katanya.

Kendati demikian, menurut dia, peluang rupiah kembali ke area positif masih terbuka seiring dengan pergerakan pasar saham dan surat utang yang mulai terapresiasi.

Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan rupiah bergerak di kisaran sempit karena pelaku pasar sedang menanti rilis data ekonomi domestik pada awal Desember.

Ia menambahkan inflasi yang berpotensi meningkat pada November 2016 menjadi salah satu faktor yang membuat pergerakan mata uang domestik masih tertahan. 

Tingkat inflasi, ia melanjutkan, diproyeksikan masih relatif terjaga sehingga tidak menekan rupiah lebih dalam karena ada intervensi Bank Indonesia.

"Bank Indonesia yang masih melakukan intervensi di pasar akan menjaga rupiah bergerak stabil," katanya. 



IHSG 

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, dibuka naik 12,24 poin seiring dengan harapan positif dari pertumbuhan ekonomi.

IHSG BEI dibuka menguat 12,24 poin atau 0,24 persen menjadi 5.148,90. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 3,08 poin (0,36 persen) menjadi 859,19.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal VI 2016 yang membaik dapat mendukung laju IHSG bergerak di area positif.

"Membaiknya ekonomi diperkirakan seiring peningkatan intensitas pengembangan infrastruktur dan properti yang diyakini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi 2016 menembus 5,1 persen," katanya.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya optimisme di pasar terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini dan prospek tahun depan yang baik dapat mendorong pertumbuhan investasi pada asset berisiko seperti saham.

Dari eksternal, lanjut dia, Bank Sentral Eropa (ECB) yang berencana akan melanjutkan program stimulus moneter untuk mencapai inflasi yang lebih tinggi menghilangkan spekulasi di pasar.

"Bauran dari sentimen itu membuka peluang kembali bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan," katanya.

Bursa regional, di antaranya Indeks Hang Seng menguat 62,12 poin (0,27 persen) ke 22.799,19, indeks Nikkei naik 14,59 poin (0,10 persen) ke 18.325,63, dan Straits Times menguat 23,08 poin (0,84 persen) posisi 2.903,64.  (*)


Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026