Situbondo (Antara Jatim) - Sebanyak 170 ekor sapi hasil inseminasi buatan (IB) mengikuti kontes ternak sapi yang digelar Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur,  guna mengetahui tingkat keberhasilan budi daya ternak jenis ini yang dilakukan masyarakat.

"Sebanyak 170 ekor dari berbagai jenis hasil inseminasi buatan (IB) milik peternak di 17 kecamatan di Situbondo mengikuti kontes yang digelar di Alun-alun Desa/ Kecamatan Besuki hari ini," ujar Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Situbondo Aries Marhaento di Situbondo, Selasa.

Ia mengemukakan, selain ternak sapi yang menjadi peserta kontes tahunan tersebut, juga terdapat kontes ternak kambing peranakan etawa (PE) jantan dan betina sebanyak 68 ekor.

Sebanyak 170 ekor sapi dan 68 ekor kambing peranakan etawa  mengikuti kontes yang terbagi dalam  11 katagori penilaian.

"Setiap kecamatan dibatasi hanya satu ekor sapi dan kambing setiap satu katagori. Tetapi jika masing-masing katagori tidak dapat terpenuhi dibolehkan mengikutsertakan dua ekor sapi maupun kambing etawa dalam satu katagori," katanya menjelaskan.

Aries menyebutkan, 11 katagori dalam kontes diantaranya, katagori ekstrem hasil inseminasi buatan (IB), kereman hasil IB, calon kereman induk hasil IB, calon induk hasil IB, pedet betina hasil IB, induk peranakan ongule (PO), calon induk PO, pedet betina PO, calon pejantan PO, dan kambing peranakan etawa (PE) jantan dan betina.

Kontes sapi dari hasil inseminasi buatan atau sapi kawin silang itu diantaranya sapi jenis limusin, simental, brahman dan juga sapi lokal.

"Kontes ternak sapi yang biasa digelar setiap tahun ini juga merupakan sebagai sarana komunikasi antarpeternak sapi serta proses pengembangan sapi dengan cara inseminasi buatan," kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Situbondo itu.

Ia menambahkan, ratusan ekor ternak sapi yang menjadi peserta kontes akan dinilai kuantitas, yakni mulai dari bobot sapi, lingkar dada, panjang dan tinggi sapi serta performa sapi. Sedangkan khusus sapi betina juga diperiksa reproduksinya.

Sementara itu, Ikhsan salah seorang pemilik sapi kontes asal Kecamatan Panji yang mengikutsertakan ternaknya dalam kontes sapi inseminasi buatan dan memilik memiliki bobot 1 ton 250 kilogram mengaku, harus tekun memberikan pakan tambahan selain rumput selama lima tahun.

"Pada 2007 saya pernah menjual sapi saya yang sudah sering juara dalam kontes. Ketika itu sapi yang memiliki bobot 1,3 ton terjual Rp75 juta," katanya. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026