Banyuwangi (Antara Jatim) - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak warganya memvariasikan sumber pangan guna menyiasati tingginya harga daging sapi di pasaran.

"Masyarakat bisa melakukan variasi terhadap sumber pangan. Misalnya mengganti daging sapi dengan daging ayam atau bisa juga beralih ke sumber pangan lainnya misalnya ikan, tempe, tahu. Jenis sumber pangan ini  tidak hanya lebih terjangkau harganya tapi juga lebih sehat," katanya saat melakukan sidak harga komoditas pangan di Pasar Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.

Menurut dia, masih tingginya harga daging sapi harus disikapi bijaksana oleh masyarakat. Kondisi itu harus dihadapi masyarakat dengan mengubah pola konsumsinya. Hal itu diperlukan karena salah satu penyebab tinginya harga daging akibat pola konsumsi masyarakat.

Anas meminta agar pesan itu bisa diteruskan oleh tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkungannya masing-masing. "Ini juga saya sampaikan lewat ceramah saat shalat tarawih dari masjid ke masjid. Saya juga meminta pesan ini menjadi salah satu isi khutbah di pengajian-pengajian," katanya.
    
Kepala Dinas Peternakan Pemkab Banyuwangi Heru Santoso mengatakan produksi sapi potong di Banyuwangi dipenuhi oleh peternak lokal dengan jumlah sebanyak 110 ribu ekor. Produksi daging sapi per bulannya sebanyak 150 ton dari total 990 ton jumlah produksi daging secara keseluruhan (sapi,domba,unggas). Sementara produksi daging sapi per hari jumlahnya 4,5 ton, dengan tingkat konsumsi 4,4 ton.
     
"Konsumsi daging sapi di Banyuwangi sebesar 30 persen dari total konsumsi daging keseluruhan. Jumlah produksi daging sapi di Banyuwangi masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat," ujarnya.

Dari hasil pantauan dinas, lanjut Heru, harga daging sapi di beberapa pasar di Banyuwangi berada pada kisaran Rp105 ribu hingga Rp120 ribu. Pergerakan harga daging sapi yang bervariasi ini, menurutnya, dipengaruhi oleh mekanisme pasar dimana ada penambahan permintaan terhadap konsumsi.

Mernurut dia, jika dilihat dari jumlah sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) jumlahnya masih tetap, yakni berkisar 25-30 ekor sapi per hari.

“Harga daging sapi sebelum Ramadhan antara Rp105 ribu hingga Rp110. Jadi harga saat ini tidak jauh beda dari harga pada hari biasa. Jika ada yang sampai Rp120 ribu bisa jadi mengikuti tren harga di kota lain," kata Heru.

Sementara selain melakukan sidak harga pangan Bupati Azwar Anas juga sempat mengamati kondisi pasar, seperti kondisi gedung dan lapak-lapak pedagang. Anas mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk membangun pasar pada tahun depan. (*)


Pewarta: Masuki M. Astro
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026