Banyuwangi (Antara Jatim) - Juara pertama etape 2 International Tour de Banyuwangi Ijen atau ITdBI 2016 Benjamin Prades mengaku terbantu dengan tipe rute yang jalur "sprint", namun menyediakan sejumlah tanjakan.

"Saya tidak tahu apakah ini kebetulan atau tidak. Tapi, yang jelas saya tidak percaya ada kebetulan," katanya seusai penyematan kaos juara etape 2 di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.

Pebalap asal Spanyol yang membela Tim Ukyo Jepang itu menjadi yang tercepat di rute sepanjang 145,7 km dari start di Ruang Terbuka hijau (RTH) Maron, Kecamatan Genteng, menuju finish di Taman Blambangan, Kota Banyuwangi.

Sebagai pebalap dengan kemampuan penakluk tanjakan atau "climber", pria 33 tahun tersebut sangat terbantu dengan karakter rute, yakni meski sebagian besar jalur flat, namun dua tanjakan di tengah rute membuat kemampuannya sebagai climber banyak menolong.

Dua tanjakan itu adalah kategori empat di Pendarungan dan kategori tiga di Kalibendo. Prades mulai meninggalkan peleton (rombongan besar) di wilayah Kalibendo bersama sembilan pebalap lainnya.

"Saat itu saya sebenarnya tidak ingin 'attack' (meninggalkan rombongan,). Saya hanya mengikuti pebalap terkuat saat itu," ujarnya.

Sepuluh pebalap tersebut meninggalkan rombongan sejak di Kalibendo. Selain Prades, pebalap lainnya adalah, juara ITdBI 2015 Peter Pouly. Ada juga climber Indonesia yang kini membela Terengganu Cycling Team Dadi Suryadi dan Hari Fitrianto (Black Inc Cycling Team).

Mereka mampu meninggalkan rombongan hingga selisih waktu dua menit karena hampir semuanya berkarakter climber. Namun, di 5 km terakhir, mereka harus beradu sprint. Sebab, jalanan menurun dan mendatar hingga garis finish.

Di rute ini Prades memanfaatkan kemampuannya saat bersaing dengan "climber" murni yang tidak memiliki kekuatan di jalur sprint. Prades dengan mudah meninggalkan lawan-lawannya untuk merebut "yellow jersey". Ia merebut kaos kuning itu dari Donghyun Shin yga menang di etape 1.

"Rute ini benar-benar sesuai karakter saya. Sedikit tanjakan dan sedikit sprint. Saat jalan datar mereka tidak bisa sprint. Tapi, saya punya kekuatan untuk sprint," kata Prades.

Kemenangan tersebut membawa Benjamin Prades untuk sementara memimpin klasemen umum (general classification) dan pada etape 3, Jumat, 13 Mei akan mengenakan "yellow jersey".

Sementara Jason Christie, juara nasional Selandia Baru yang kini memperkuat Kenyan Riders Downunder Kenya, mengaku sangat gembira bisa kembali ke Banyuwangi dan meraih kemenangan. "Sangat menyenangkan melihat keramaian warga di sini. Banyuwangi selalu spesial bagi karir balap sepeda saya. Saya tidak akan pernah lupa," katanya.

Jason Christie melakoni dua kali "breakaway" di ITdBI 2016. Di etape pertama, dia berhasil disusul peloton di kilometer terakhir.Namun, di etape 2, dia mampu mengumpulkan poin maksimal di dua tanjakan, yakni 14 angka sehingga berhak mengenakan kaos polkadot sebagai raja tanjakan atau KOM.

Ia mengakui baru kali ini mampu kembali menarik perhatian publik ITdBI setelah sempat juara etape satu pada ITdBI 2013. "Selama dua tahun setelah itu saya tetap ikut, tapi tidak banyak yang bisa saya raih," katanya. (*)


Pewarta: Masuki M. Astro
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026