"Walaupun kerap dikaitkan dengan istilah pejabat atau pegawai buangan, aparat Satpol PP tidaklah harus berkecil hati," katanya dalam dialog bersama peserta Rapat Koordinasi Satpol PP dan Linmas se Indonesia.
Ia mencontohkan pengalaman dalam memimpin Surabaya, bahwa dalam menjalankan program pemerintahan, ia sangat mengandalkan peran Satpol PP dalam pelayanan masyarakat.
Sehingga kata dia Satpol PP tidak perlu berkecil hati, karena dalam pelaksanaanya satuan ini yang mengambil peran yang sangat penting.
"Dalam melalukan tugas khususnya di lapangan, diusahakan aparat harus memberikan pemahaman dan pengertian terhadap Peraturan daerah. Sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengerti," ujarnya.
Kemudian, sosialisasi dan penjelasan harus disertai dengan keramahan dan senyuman. Sehingga dapat memberikan suasana tentram, yang pada akhirnya dapat dicintai dan diterima dengan baik oleh masyarakat.
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo didampingi Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Eko Subowo, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional Satpol PP Seluruh Indonesia.
Kegiatan mengambil tema, Satuan Polisi Pamong Praja Siap Melaksanakan Revolusi Mental Sebagai Perwujudan NawaCita.
Turut serta dalam Rakornas yakni sejumlah pejabat Kemendagri dan seluruh Kepala Satpol PP provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.(*)
Pewarta: FauziEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.