Sidoarjo, (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato Propinsi Gorontalo terkait penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Kabupaten Sidoarjo.
Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik Pemerintah Fauzy Isfandiari mengakui kalau LPPD Kabupaten Sidoarjo mendapatkan penilaian baik dari Pemerintah Pusat.
"Berdasarkan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) 2012-2014, Kabupaten Sidoarjo salah satu kabupaten di Jawa Timur yang mengalami fluktuasi kenaikan peringkat nasional," katanya.
Ia mengatakan, tahun 2011 dan 2012 lalu, LPPD Kabupaten Sidoarjo masih berada di peringkat 17 nasional.
"Baru pada tahun 2013 dan 2014, LPPD Kabupaten Sidoarjo masuk 10 besar nasional dengan berada di peringkat ke tujuh nasional," ucapnya.
Ia mengatakan berdasarkan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) tahun 2015 oleh Pemerintah Pusat, Kabupaten Sidoarjo kembali masuk dalam 10 besar nasional dengan status kinerja sangat tinggi.
"Oleh karena itu tahun lalu bupati Sidoarjo mendapatkan penghargaan Satya Lancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Otonomi Daerah tahun 2015 lalu," tuturnya.
Sementara Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo Benny Airlangga juga mengatakan mempertahankan peringkat lebih sulit dibanding mengejar peringkat.
"Oleh karena itu dibutuhkan kunci untuk mempertahankan apa yang telah dicapai. Yakni dengan komitmen bersama serta semangat untuk mencapainya," imbuhnya.
Sementara itu Sekda Kabupaten Pohuwato H. John Nento mengaku pertimbangan study banding ke Kabupaten Sidoarjo berdasarkan penilaian LPPD Kabupaten Sidoarjo dari Pemerintah Pusat.
"Kami melihat dalam tahun terakhir ini LPPD Kabupaten Sidoarjo selalu masuk 10 besar nasional. Oleh karena itu tidak salah mengunjungi Kabupaten Sidoarjo untuk menimba ilmu," tukasnya.(*)
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.