"Tuntutan kami, dari peternak, harga jagung dinormalkan. Dalam arti, harga Rp3.500 sampai Rp4.000, itu petani sudah untung peternak juga untung,"
Blitar (Antara Jatim) - Ratusan peternak ayam di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, memprotes jagung yang langka, yang menyebabkan mereka kesulitan memberikan pakan untuk ternaknya.
"Tuntutan kami, dari peternak, harga jagung dinormalkan. Dalam arti, harga Rp3.500 sampai Rp4.000, itu petani sudah untung peternak juga untung," kata Sukarman, koordinator aksi saat dikonfirmasi, Senin.
Ia mengatakan, para peternak sangat kesulitan saat ini. Selain harga jagung yang mahal mencapai Rp7.000 per kilogram, harga untuk kebutuhan ternak lain juga ikut mahal. Harga bekatul saat ini mencapai harga Rp4.000 per kilogram. Demikian juga, dengan harga pakan atau konsentrat yang saat ini sudah mencapai angka Rp375 ribu per 50 kilogram.
"Sekarang harga jagung mahal, ditambah jagung langka, jdi dialihkan ke beras. Kami berharap, pemerintah membantu, untuk Februari saja, sebab Maret sudah mulai panen," ujarnya.
Ia mengatakan dampak akibat jagung yang langka dan pemberian pakan yang semestinya membuat kualitas telur pun juga berubah. Kuning telur sekarang berubah agak berwarna putih, dan tingkat kematian ternak tinggi.
"Produksi telur turun, kematian juga tinggi, ini karena dampak jagung langka. Kami berharap, jagung bisa secepatnya lancar lagi," harap Sukarman.
Dalam aksinya, massa juga orasi yang meminta pertanggungjawaban pemerintah. Mereka berharap, pemerintah tidak segan untuk impor jagung, sehingga ketersediaan jagung mencukupi.
Selain orasi, massa juga membawa berbagai poster yang isinya tuntutan. Mereka juga membawa ayam yang sudah mati maupun ayam yang masih hidup, serta beras. Hal itu sebagai simbol pemberian pakan alternatif, sebab jagung langka.
Aksi itu mendapatkan kawalan yang ketat dari kepolisian resor setempat serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blitar. Sebelumnya, massa sempat hendak memaksa masuk ke dalam kantor pemkab, namun dihalangi petugas, hingga akhirnya hanya perwakilan pengunjukrasa yang masuk ke dalam kantor. Mereka akhirnya dialog ditemui oleh sejumlah pejabat Kabupaten Blitar. (*)
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.