"Pencanangan satu jamban ini merupakan program nasional yang dilakukan di seluruh desa di Indonesia yang belum terfasilitasi mandi cuci kakus (MCK) dengan baik," katanya di Sidoarjo.
Ia mengemukakan, di Kabupaten Sidoarjo sendiri rencananya akan dibangun sekitar 280 jamban untuk warga masyarakat.
"Jika seluruh kodim di Indonesia melaksanakan program ini, maka program satu juta jamban akan terlaksana dengan baik," katanya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengapresiasi program pencanangan satu juta jamban yang dilakukan oleh TNI Angkatan Darat tersebut.
"Saya sangat berterima kasih kepada KSAD dan jajaranya yang sudah membantu membangun jamban untuk warga Sidoarjo lewat program pencanangan satu juta jamban sehat ini," katanya.
Ia mengatakan, bahwa syarat penerima program ini haruslah warga yang ber-KTP Sidoarjo, rumah milik sendiri, masyarakat tidak mampu, dan yang utama adalah warga miskin yang belum memiliki kamar mandi dan tidak ada Jambannya.
"Kami berharap dengan kegiatan ini warga masyarakat yang belum memiliki jamban bisa menikmati hasil dari program ini," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, KSAD juga melakukan panen raya padi demi peningkatkan kualitas dan produktivitas beras sehingga bisa memenuhi target yang di canangkan pemerintah pusat.(*)
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.