Puluhan perusahaan itu membutuhkan total sebanyak 1959 tenaga kerja baru dengan langsung melakukan tes administrasi serta wawancara di lokasi Job Fair 2015Gresik, (Antara Jatim) - Sedikitnya 35 perusahaan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur membuka 1.959 lowongan pekerjaan berbagai bidang dalam kegiatan "Job Fair 2015" yang digelar pemkab setempat di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro hingga Rabu (16/9).
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, Selasa mengatakan kegiatan Job Fair 2015 digelar untuk menyalurkan tenaga kerja baru, khususnya bagi warga Kabupaten Gresik yang belum mendapat pekerjaan.
"Kabupaten Gresik saat ini banyak investor baru yang nantinya juga akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, dan perusahaan tersebut tengah melaksanakan pembangunan dan beberapa memulai operasionalnya," katanya di Gresik.
Ia mengatakan, total perusahaan di Kabupaten Gresik yang akan melakukan kerja sama selanjutnya dengan pemkab untuk membuka lowongan pekerjaan yakni sebanyak 6.133 perusahaan.
"Oleh karena itu, saya menekankan kepada setiap perusahaan untuk mengutamakan masyarakat Gresik dalam merekrut tenaga kerja, dan bagi pencari kerja yang penduduk Gresik agar menyertakan KTP Gresik," katanya.
Penyertaan KTP, kata Sambari, tujuannya untuk dijadikan rujukan supaya bisa diterima menjadi karyawan, sebab perusahaan yang berusaha di Gresik tetap akan mengutamakan warga Gresik.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gresik Mulyanto mengatakan peluang kerja kepada masyarakat Gresik adalah wajar, agar investasi perusahaan bersangkutan akan lebih terjamin.
"Ketika dia mempekerjakan masyarakat Gresik, maka selain efisiensi juga tidak akan terlambat serta lebih bisa mengamankan perusahaan," katanya.
Terkait formai lowongan pekerjaan, Mulyanto mengatakan puluhan perusahaan itu membutuhkan total sebanyak 1959 tenaga kerja baru dengan langsung melakukan tes administrasi serta wawancara di lokasi Job Fair 2015.(*)
Pewarta: A Malik IbrahimEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.