"Stok pangan berupa padi aman. Juni ini berhasil memanen padi pada lahan 1,39 juta hektare di seluruh Indonesia,"Nganjuk (Antara Jatim) - Pemerintah menjamin ketersediaan stok pangan pada 2015 aman yang didukung panen padi secara nasional mencapai 1,39 juta hektare.
"Stok pangan berupa padi aman. Juni ini berhasil memanen padi pada lahan 1,39 juta hektare di seluruh Indonesia," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa.
Ia mengatakan, produktivitas padi saat ini terus meningkat. Pemerintah juga berkomitmen penuh untuk swasembada pangan, salah satunya beras.
Sebagai wujud komitmen tersebut, pemerintah mengaggarkan sampai Rp16,9 triliun untuk pertanian. Nantinya, anggaran itu akan dinaikkan secara bertahap, demi meningkatkan produksi pertanian. Pada 2016, direncanakan kenaikan anggaran antara Rp30 sampai Rp45 triliun.
Anggaran itu untuk bebragai program pengembangan pertanian, seperti pemberian bibit, bantuan alat-alat pertanian, perbaikan saluran irigasi, dan berbagai program pengembangan lainnya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan, pemerintah fokus untuk pegembangan bahan pokok, seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, gula, sampai daging. Pemerintah merencanakan terus menambah produksi, salah satunya dengan menambah luas tanam. Untuk padi, direncanakan sampai 3 juta hektare, kedelai sampai 700 ribu hektare, jagung hingga satu juta hektare, dan sejumlah komoditas unggulan lainnya.
Untuk pengembangan daging, nantinya pemerintah menggalakkan program inseminasi buatan, sehingga ke depan bisa memenuhi stok daging dalam negeri dan mengurangi impor daging.
Ia juga menegaskan, pemerintah akan meminimalisir impor, mengingat kebutuhan dalam negeri tercukupi dengan produksi pertanian yang melimpah. Hal itu dilakukannya, juga untuk melindungi petani. Setiap kali panen, petani tidak sepenuhnya bisa menikmati hasil, karena terbentur adanya impor. (*)
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.