PDTS KBS membuka diri bukan hanya soal dukungan namun juga kritikan, dalam artian kita harus membangun KBS bersama
Surabaya (Antara Jatim) - Kebun Binatang Surabaya (KBS) menerima bantuan "Corporate Social Responsibilty" (CSR) dari tiga BUMN yakni PT. Pelindo III, PT. Indosat Tbk. dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"PDTS KBS membuka diri bukan hanya soal dukungan namun juga kritikan, dalam artian kita harus membangun KBS bersama," kata  Pjs. Direktur Utama PDTS KBS Aschta Boestani-Tajudin usai penandatanganan MoU tiga BUMN di Balai Kota Surabaya, Kamis.

Menurut dia, konservasi adalah suatu kebutuhan dan gaya hidup. Hal ini dikarenakan seringnya manusia melihat lingkungan sekitar yang mulai berubah akibat efek Climate Change. Oleh karena itu, partisipasi dari berbagai pihak mengenai konservasi sangat diperlukan.

"Saya teringat akan akan ucapan Komunitas Surabaya bahwa KBS tidak akan menjadi lebih baik jika kita hanya diam dan mendiamkan, namun KBS akan berubah jika kita mempunyai hasrat untuk turun tangan, dengan cara membenahi, memperkenalkan dan kemudian mencintai," katanya.

Ia mengaku bahwa program turun tangan seperti ini sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya padah 2010, dan sekarang jejaknya diiukuti oleh tiga instansi besar. Ia juga berharap agar program seperti ini tidak hanya berhenti setelah ini.

Sebagai ucapan terima kasih atas turut membangun KBS menjadi lebih baik, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan piagam penghargaan kepada para perusahaan pemberi CSR. PT. Pelindo III dengan dukungan berupa renovasi untuk fasilitas dan gedung Aquarium, PT. Indosat Tbk dengan aplikasi Surabaya Zoo, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menginisiasi program e-ticketing.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan, bahwa dukungan untuk KBS tak hanya berasal dari dalam negeri, namun juga datang dari luar negeri. Salah satunya bantuan dari Kebun Binatang Washington, bantuan yang diberikan berupa pelatihan untuk para penjaga dan pelatih satwa di KBS.

"KBS adalah salah satu simbol Kota Surabaya, Pemkot Surabaya hanya pengelola, pemilik aslinya adalah seluruh warga Surabaya. KBS adalah satu sarana untuk anak-anak kita belajar mengenal jenis satwa, mari kita jaga KBS agar anak kita memiliki wadah untuk belajar," katanya.

Menurut dia, fungsi KBS selain tempat hiburan warga Surabaya, adalah sebagai tempat pendidikan, dan ruang terbuka hijau. Wali kota menyarankan agar infrasturktur dan kesejahteraan satwa lebih dahulu diperhatikan dalam pembangunan kedepan. (*)


Pewarta: Abdul Hakim
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026