Surabaya memiliki karakter yang kuat, baik dari sisi budaya, kuliner, maupun sejarah. Potensi itu perlu dikemas dan dipromosikan secara optimal agar mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pembenahan destinasi wisata, infrastruktur pendukung, serta promosi digital guna menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Promosi digital penting, tetapi destinasi wisata di Surabaya juga harus dibenahi sehingga memiliki daya tarik yang kuat," kata BHS saat kegiatan bimbingan teknis mengenai strategi pemasaran pariwisata melalui digital marketing, di Surabaya, Rabu.

Menurut BHS, strategi pemasaran melalui digital marketing perlu dioptimalkan, namun harus diimbangi dengan peningkatan kualitas objek wisata agar mampu memberikan pengalaman yang menarik bagi pengunjung.

Ia menilai Surabaya memiliki beragam potensi wisata yang belum dimanfaatkan secara maksimal, mulai dari wisata budaya, wisata bahari, hingga wisata kuliner. 

Salah satunya adalah kawasan Pantai Kenjeran yang dinilai berpeluang dikembangkan menjadi destinasi unggulan apabila didukung penataan kawasan dan fasilitas yang memadai.

Selain itu, BHS juga menekankan pentingnya revitalisasi Kebun Binatang Surabaya sebagai salah satu ikon wisata kota. 

Menurutnya, keberadaan satwa endemik Indonesia dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama dari luar negeri.

Di sektor budaya, BHS mengusulkan pelestarian kesenian khas Surabaya seperti ludruk, ketoprak, dan Tari Remo melalui penyelenggaraan pertunjukan secara rutin di setiap kecamatan. Upaya tersebut dinilai mampu memperkuat identitas kota sekaligus menjadi atraksi wisata budaya.

Ia juga mendorong peningkatan konektivitas transportasi umum menuju kawasan wisata serta penguatan promosi kuliner khas Surabaya, seperti rawon, untuk melengkapi daya tarik kota.

"Surabaya memiliki karakter yang kuat, baik dari sisi budaya, kuliner, maupun sejarah. Potensi itu perlu dikemas dan dipromosikan secara optimal agar mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia," ujar BHS.



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026