"Temuan beras sintetis di Bekasi yang memiliki kandungan plastik (polyvinyl chloride) dipastikan tidak ada di Kabupaten Banyuwangi," kata Kepala Disperindagtam Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo di Banyuwangi, Selasa.
Ia menjelaskan tim koordinasi gabungan antara Pemkab Banyuwangi dan Kepolisian telah mengunjungi para distributor dan penjual beras di pasar. Hasilnya, dipastikan tidak ada beras sintetis yang beredar di Banyuwangi.
"Kami sudah cek ke distributor dan pasar dengan mendatangi langsung lokasinya. Tidak ada beras sintetis. Masyarakat tidak perlu resah," ucapnya.
Hary mengatakan, tidak hanya ke pasar, pihaknya juga telah mengecek ke gudang-gudang beras. Bahkan juga ke beberapa penggilingan.
"Tidak ada yang janggal. Pengecekan ini sebenarnya rutin dilakukan, tidak hanya ketika ada isu beras sintetis. Kami melakukan pengecekan rutin untuk standarisasi barang yang beredar di masyarakat. Untuk beras, cukup baik dan tidak ada beras sintetis," kata Hary, menegaskan.
Dia menambahkan, masyarakat tidak perlu resah dengan isu beras sintetis. Secara logika, hitungan ekonomi beras sintetis cukup sulit diterima. Pasalnya, harga plastik lebih mahal daripada harga beras yang asli.
Sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur, kata Hary, Banyuwangi selama ini selalu surplus beras. Setiap tahun surplus sekitar 200.000 ton setara beras. Surplus itu dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk ke luar Jawa.
Tahun lalu, produksi padi Banyuwangi mencapai 777.997 ton yang menjadikan kabupaten tersebut sebagai salah satu penghasil beras terbesar di Jatim. Untuk data sementara produksi padi di Banyuwangi sampai Maret 2015 mencapai 314.768 ton.
Sebelumnya Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi mencatat luas tanam padi di daerah itu pada masa tanam Oktober 2014 hingga Maret 2015 telah terealisasi 69.850 hektare atau melebihi target yang ditetapkan 62.441 hektare.
"Luas tanam naik arena tanah yang tadinya kering ternyata dengan tersedianya air jadi bisa ditanami. Salah satunya karena upaya konservasi sumberdaya air," ujar Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Ikrori.
Dia mengatakan, poduktivitas tanaman padi di Banyuwangi pada 2014 sebanyak 65,06 kuintal/hektare, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Timur yang 62,76 kuintal per hektare.
"Produktivitas padi di Banyuwangi terus mengalami kenaikan dari posisi 2012 yang sebanyak 62 kuintal per hektare," ucapnya. (*)
Pewarta: Masuki M AstroEditor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.